Bom Bunker

Disway--Pagaralam Pos

Apakah bom itu sedemikian hebatnya sehingga semua radiasi ikut terkubur di dalamnya yang sangat dalam? Atau ternyata Iran sudah mengosongkan Fordow sebelum diserang? Atau serangan itu hanya menyasar sebelah-menyebelahnya?

BACA JUGA:Thom Haye Tegaskan Timnas Indonesia Wajib Juara Grup di Putaran 4

Media di Iran melaporkan Fordow memang diserang. Tapi baik-baik saja. Tentu kita sulit memverifikasi keterangan Iran itu secara independen. Yang jelas  penduduk Qom tidak mendengar letusan apa-apa. Padahal Fordow berada di provinsi Qom --hanya berjarak 35 Km dari Kota suci Syi'ah itu.

Pun soal keterangan Trump sudah menghancurkan Natanz dan Isfahan di Sabtu malam itu. Ini agak menggelikan. Dua lokasi itu sudah lebih dulu hancur oleh serangan Israel. Sudah lama. Lokasinya memang tidak di dalam tanah. Kenapa perlu dihancurkan lagi.

Penduduk Isfahan sendiri tidak merasakan apa-apa di Sabtu malam. Minggu pagi mereka beraktifikas seperti biasa. Mereka tetap berolahraga pagi di taman dan di jalan-jalan.

Kalau pun benar Trump sudah menghancurkan semua fasilitas nuklir Iran, lalu apa?

BACA JUGA:Angkat Nama Pagar Alam Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Sumsel

Selama ini Iran membalas serangan Israel dengan rudal dan drone. Hancurnya fasilitas nuklir tidak memengaruhi kemampuan Iran melakukan serangan balik. Kecuali sumber rudal itu dihancurkan.

Dengan hancurnya semua fasilitas nuklir, apa lagi alasan Israel untuk menyerang Iran? Apakah otomatis tidak ada lagi serangan ke Iran? Apakah embargo terhadap Iran bisa dicabut? Apalagi alasan baru untuk mengisolasi Iran?

Dengan hancurnya fasilitas nuklir itu siapa tahu Iran justru menjadi lebih berkonsentrasi pada pembangunan ekonomi. Dalam keadaan diisolasi puluhan tahun saja kemajuan Iran begitu nyata. Apalagi kalau tidak ada lagi gangguan.

Siapa tahu Iran justru kembali menjadi negara terhebat di dunia seperti masa lalunya nan jauh.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan