Teheran Baku

Disway--Pagaralam Pos

Padahal serangan Israel terus terjadi. Setiap hari. Biasanya setelah pukul 10 malam sampai Subuh. Hampir setiap distrik kini sudah menerima serangan Israel. Yang meninggal ratusan orang tapi angka resminya belum keluar

Sebaliknya Iran juga terus meluncurkan serangan ke Israel. Saling balas. Senjata yang dipakai Iran menyerang Israel berkecepatan lima kali kecepatan suara. Meski jarak dua negara itu sekitar 1.500 km, senjata tersebut bisa mencapai  sasaran dalam 12 sampai 15 menit. Begitu pun sebaliknya.

BACA JUGA:Optimistis Pagar Alam Melesat Jadi Kota Agrobisnis dan Wisata Unggulan

"Apakah rakyat Teheran tahu bahwa Presiden Donald Trump menyerukan agar mereka mengungsi?"

"Tahu", jawab Purkon. "Tapi rakyat Teheran sekarang justru marah kepada Trump. Mereka menganggap Trump pengkhianat perjanjian dengan Iran," tambahnya.

Serangan Israel belakangan ini, kata Purkon, justru membuat nasionalisme orang Iran bangkit. Mereka sekarang lebih bersatu. Yang dulunya oposisi sekarang justru mendukung pemerintah.

Purkon menamatkan SMA-nya di Banten. Anak satu-satunya melanjutkan SMA di Teheran. Baru saja lulus. Tinggal menunggu ijazahnya keluar. Anak itu keburu harus ikut meninggalkan Iran menuju Azerbaijan.

BACA JUGA:Efektif dan Efisien Gunakan Anggaran

"Akan kuliah di mana Ananda nanti?"

"Mungkin di Iran. Mungkin di Indonesia. Masih lihat-lihat dulu," katanya.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan