Shockbreaker Motor Bocor? Kenali Penyebab dan Solusi Tepatnya
Shockbreaker Motor Bocor? Kenali Penyebab dan Solusi Tepatnya-net-
BACA JUGA:Velg Motor Asli vs Palsu, Ini Rahasia Membedakannya Agar Kamu Nggak Rugi

Shockbreaker Motor Bocor? Kenali Penyebab dan Solusi Tepatnya-net-
BACA JUGA:Gak Cuma Gaya Chery J6, SUV Listrik Tangguh dengan DNA Petualang!
Modifikasi yang Tidak Tepat: Penggunaan aksesoris seperti peninggi shockbreaker yang tidak sesuai standar pabrikan dapat mengubah sudut kerja shockbreaker dan memberikan tekanan berlebihan, sehingga mempercepat kerusakan.
Kurangnya Perawatan dan Kebersihan: Penumpukan debu, kotoran, atau lumpur pada dust seal shockbreaker bisa masuk ke dalam dan merusak seal oli. Selain itu, oli shockbreaker juga perlu diganti secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga performanya.
Kualitas Oli yang Buruk: Penggunaan oli suspensi yang tidak sesuai spesifikasi atau kualitasnya rendah dapat mempercepat kerusakan seal dan komponen internal lainnya.
BACA JUGA:Stop Keropos, Ini Rahasia Perawatan Sasis Mobil Agar Tetap Kokoh dan Awet
Tanda-tanda Shockbreaker Bermasalah
Sebelum pecah total, shockbreaker biasanya menunjukkan beberapa gejala kerusakan, seperti:
Motor Terasa Goyang atau Tidak Stabil: Terutama saat melewati jalan tidak rata atau berbelok.
Suspensi Terasa Keras atau "Mentok": Motor tidak mampu meredam guncangan dengan baik.
Muncul Suara Aneh: Seperti "kretek-kretek", "duk-duk", atau dentingan logam dari area suspensi.
Kebocoran Oli: Terlihat rembesan atau tetesan oli pada tabung shockbreaker.
Ban Aus Tidak Merata: Shockbreaker yang rusak bisa menyebabkan tekanan tidak merata pada ban, mengakibatkan keausan tidak seimbang.
Motor Terasa Lebih Rendah: Terutama pada bagian belakang.