Lutfy Azizah

Disway--Pagaralam Pos

Admin WA itu dia beri nama Zendo. ''Zen'' adalah nama anaknya: Abizen. ''D'' dari delivery. ''O'' dari order. Zendo pun kian populer di Tulungagung. Sampai punya 115 driver.

BACA JUGA:Kelurahan Sidorejo Komitmen Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong

Di Tulungagung, Zendo mengalahkan Gojek dan Grab? "Tidak bisa disebut mengalahkan. Zendo sudah ada lebih dulu," kata Lutfy.

Zendo dimulai tahun 2012. Go-Jek dan Grab baru masuk Tulungagung lima tahun kemudian. Orang di sana sudah hafal motto Zendo: "Zendo, Apa Aja di Mana Aja".

Yang menemukan kehebatan Lutfy adalah tokoh Muhammadiyah bernama Ghufron Mustaqim. Ia adalah ketua Sumu –Sarikat Usaha Muhammadiyah– Yogyakarta.

Ghufron menilai Zendo bisa dikembangkan ke mana-mana. Tentu harus lebih modern. Tidak lagi hanya lewat WA. Harus pakai aplikasi. Ghufron pun mencarikan orang Muhammadiyah yang ahli membangun aplikasi.

BACA JUGA:Redmi Note 13 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Ponsel Kelas Menengah Rasa Flagship, Ini Spesifikasinya!

Ghufron adalah alumnus Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Ia juga pernah menjadi ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

"Sekarang Zendo berjalan bersamaan. WA tetap jalan. Aplikasi mulai jalan," ujar Lutfy. "Sampai kelak aplikasinya sempurna. Sekarang masih belum sempurna," tambah Lutfy.

Beda dengan yang lain, di Zendo driver mendapat hak 80 persen. Itu karena Zendo harus pro umat. Bahkan untuk pengembangan ke-27 kota pun Zendo belum memungut apa pun. Hanya memberikan lisensi.

"Biar Muhammadiyah yang mengaturnya kelak," ujar Lutfy.

BACA JUGA:Wajib Diketahui! Inilah 3 Kebiasaan Buruk Menggunakan Motor yang Harus Dihindari

Anak Lutfy kini sudah besar. Sudah SMP. Ibunyi meninggal lima tahun lalu. Kanker payudara sang ibu tidak tertolong. RS di Tulungagung tidak bisa menangani. Lutfy kirim ibunda ke RS Baptis di Kediri. Dua minggu di situ meninggal dunia.

Ayah? "Ayah meninggal saat saya masih SD. Beliau guru honorer. Lalu jadi sopir," ujar Lutfy.

Lutfy sendiri tamat SMAN 1 Tulungagung. Lalu kuliah di perguruan tinggi agama Islam Muhammadiyah, Tulungagung: jurusan pendidikan agama Islam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan