Perdagangan Emas di Pagaralam Masih Stabil
Perdagangan Emas di Pagaralam Masih Stabil --pagaralampos
KORANPAGARALAMPOS.COM - Di tengah geliat aktivitas pasar tradisional yang khas dengan aroma rempah dan suara tawar-menawar, Toko Emas Dempo Jaya Indah yang terletak di Pasar Dempo, Pagaralam, tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu geliat ekonomi rakyat.
Sang pemilik, yang akrab disapa Pak De, menyampaikan bahwa tahun ini perdagangan emas cenderung stabil, berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat ramai oleh gelombang masyarakat yang menjual emas.
“Kalau tahun kemarin banyak yang jual emas, mungkin karena kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok yang mendesak,” ungkap Pak De dengan logat khas daerah.
BACA JUGA:Siap Terima Kartu Nusuk – Laksanakan Ibadah Mandiri
“Tahun ini belum ada pergerakan signifikan, masih stabil,” tambahnya.
Menurutnya, kestabilan ini bukan tanpa sebab. Kota Pagaralam dikenal sebagai daerah dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, terutama petani kopi.
“Alhamdulillah masyarakat sekarang sudah makin bijak. Untuk biaya sekolah atau kebutuhan rumah tangga, mereka sudah tidak buru-buru jual emas. Mereka mengandalkan hasil kopi,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemkot Pagar Alam Raih Predikat WTP
Harga emas per suku saat ini berada di angka Rp10,4 juta, dan belum menunjukkan lonjakan atau penurunan signifikan.
Bagi pedagang seperti Pak De, kondisi stabil ini menjadi cermin bahwa masyarakat sedang berada dalam fase keseimbangan ekonomi tidak kelebihan, tapi juga tidak kekurangan. Namun, ia tetap menyimpan harapan besar.
“Saya berharap petani kopi di Pagaralam tahun ini hasil panennya bagus. Harganya juga mendukung. Kalau kopi bagus, kita semua ikut merasakan dampaknya,” tutur Pak De, dengan senyum penuh optimisme. Ia paham betul, roda ekonomi kota kecil seperti Pagaralam berputar mengikuti musim dan keberkahan panen.
BACA JUGA:Jaga Integritas Profesi dan Bekerja Dengan Hati
Sebagai kota yang terkenal dengan kopi robustanya yang berkualitas tinggi, Pagaralam memang sangat bergantung pada hasil pertanian ini.
Setiap musim panen, pasar menjadi ramai. Uang berputar cepat, dan para petani bisa memenuhi kebutuhan hidup serta menabung untuk keperluan jangka panjang, salah satunya berinvestasi dalam bentuk emas.