Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Terpadu (PHPT)

Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Terpadu (PHPT)--Net

Timbulnya rasa khawatir masyarakat dan pemerintah tentang efek negatif dari penggunaan pestisida kimia dalam budidaya pertanian secara terus menerus mendorong lahirnya konsep Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Terpadu (PHPT). 

Awalnya  diperkenalkan oleh Stern pada tahun 1959 dengan istilah Integrated Pest Management (IPM). 

Konsep ini menekankan pemanfaatan ekosistem pertanian, seperti musuh alami dan modifikasi lingkungan untuk mengendalikan hama tanpa bergantung pada pestisida. Di Indonesia, konsep ini mulai diadopsi sejak tahun 1986 dengan tonggak penting berupa Instruksi Presiden No. 3 Tahun 1986 yang melarang penggunaan 57 jenis pestisida pada tanaman padi.

Konsep PHPT memperhitungkan aspek ekologi dan ekonomi. Artinya, hama tidak harus diberantas total. Tetapi dikendalikan agar populasinya tidak melebihi ambang ekonomi dan merugikan petani. Hal ini memerlukan pengetahuan tentang biologi hama, dinamika populasi, teknik sampling dan penggunaan metode pengendalian yang terintegrasi.

BACA JUGA:Cegah Premanisme di Pagaralam

Terdapat empat prinsip utama dalam PHPT yakni:

1) Budidaya tanaman sehat; dengan pengelolaan tanah, benih, penanaman dan pemeliharaan yang tepat, 

2) Pemanfaatan musuh alami; Di alam, terdapat predator dan parasitoid yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, 

3) Pengamatan rutin; karena ekosistem pertanian bersifat dinamis, untuk itu perlu diamati atau dipantau secara rutin (monitoring), supaya petani bisa mengambil tindakan (intervensi) yang sesuai dan efektif dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti hama dan penyakit tanaman, 

4) Petani sebagai ahli; artinya petani didorong untuk memahami ekologi lahannya dan mengambil keputusan berdasarkan data dan pengamatan.

BACA JUGA:Kedepankan Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas

Ada beberapa komponen dalam pengelolaan OPT. Pengendalian atau pengelolaan OPT dilakukan melalui pendekatan multilateral. Yaitu kombinasi dari berbagai teknik pengendalian, yang mencakup,

1) Kultur Teknis; Teknik ini bersifat pencegahan (preventif) dan bertujuan membua lingkungan kurang sesuai bagi OPT. 

Contohnya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan