Survei Pelepasan Arabika Raden Kuning

Survei Pelepasan Arabika Raden Kuning --pagaralampos

KORANPAGARALAMPOS.COM - Keunikan varietas tanamam kopi Arabika Raden Kuning yang dikembangkan petani di Pagar Alam dilirik Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian Kota Pagar Alam untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pasalnya, menurut sejarahnya jika Arabika Raden Kuning sudah ada sejak zaman Belanda. Yang saat ini nyaris dilupakan ditengah lebatnya perkebunan kopi Robusta yang dibudidayakan petani di Gunung Dempo.

Untuk itu, budidaya Arabika Raden Kuning ini akan dikembangkan serius oleh Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, sejalan adanya keunikan buah cerinya berwarna kuning. Dipastikan memiliki cita rasa lebih khas dan nikmat dikarenakan berbeda dengan jenis Arabika diderah lain.

BACA JUGA:NU Siap Bersinergi Sukseskan Program Pemkot Pagaralam

Keseriusan Pemkot Pagar Alam melalui Dinas Pertanian, pada Jumat (23/5) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel melakukan kunjungan ke lahan Arabika Raden Kuning yang dibudidayakan petani di Dusun Langur Indah, Kelurahan Agung Lawang, Kecamatan Dempo Utara. "Bersama Disbun Provinsi Sumsel kita melakukan kunjungan ke kebun Arabika Raden Kuning di Dusun Langur Indah," ucap Kadistan Drs Suterimawati MM melalui Sekdis Diki Herlambang SST kepada Pagaralam Pos.

Dia menyebutkan, kunjungan ini sekaligus dalam rangka survei untuk pelepasan Arabika Raden Kuning oleh pemulia tanaman bahwa Arabika Raden Kuning adalah jenis tanaman kopi khas di Pagar Alam.

Diki menyebutkan, jika Arabika Raden Kuning ini memiliki keunikan ciri yang khas berbeda dengan jenis Arabika didaerah lain yang umumnya bewarna merah. Mulai dari buah cerinya bewarna kuning. Buah memiliki aroma dan rasa manis dengan kulitnya yang tipis. 

BACA JUGA:Poskamling Rantau Unji Dinilai Ditbinmas Polda Sumsel

Tidak hanya itu, ukuran buah sedikit lebih besar dibandingkan dengan dan lebih kecil dari Robusta. Dengan ukuran dahan lebih panjang dengan tanaman Arabika lain. "Panjang dahan diusia produktif sekitar 3 tahun bisa memiliki dahan panjangnya 50 cm, dengan jumlah 20 dongkol. Setiap dongkol berisikan 12 hingga 15 biji kopi Arabika Raden Kuning," ulasnya.

Menurut keterangan para petani, jika Arabika Raden Kuning ini sudah ada sejak dari zaman Belanda, namun saat ini tak lagi dibudayakan secara monokultur layaknya Robusta yang pada umumnya dibudidayakan petani di Pagar Alam.

Saat ini, Arabika khas Pagar Alam ini akan kembangkan, tanaman yang langka ditemukan ini akan diuji dan diteliti akan kita patenkan sebagai Arabika Pagar Alam.

"Bersama Disbun Provinsi Sumsel Arabika Raden Kuning akan kita bawa ke BRIN Bogor untuk diteliti," pungkasnya. (Atg06)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan