Relawan Jantung
Disway--Pagaralam Pos
Dengan sukses operasi perdana langsung lima orang kini Paul merencanakan operasi yang kedua. Segeralah Anda mendaftar.
BACA JUGA:Begini Cara Cek DANA Bansos Batal Cair Jelang Lebaran?
Untuk Tarakan ini tim dokternya didatangkan dari RS Karyadi/Undip Semarang. Sambil menunggu tersedianya tim khusus untuk Tarakan.
Menurut Paul, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah setuju dengan usulnya: menghidupkan kembali Wajib Kerja Sarjana II. Tidak boleh sama dengan WKS II di masa lalu.
Waktu itu tidak ada penghargaan materi pada dokter spesialis yang ikut WKS II. Dokter spesialis tapi penghasilan mereka kalah dengan tukang parkir.
Maka Paul mengusulkan agar peserta WKS II dapat penghasilan Rp 100 juta/bulan. Itu tidak ada artinya dibanding harga peralatan yang total senilai Rp 20 miliar –dibiarkan tidak terpakai.
BACA JUGA:Fakta Menarik DANA Bansos Batal Cair Jelang Lebaran?
"Pak menteri sudah setuju Rp 30 juta. Lumayan," ujar Paul.
Dr Mario yang kini bertugas di RSV Ben Mboi Kupang adalah dokter WKS II versi 2025. Asli NTT. Akan permanen di sana.
Dr Mario sudah belajar dari operasi perdana di Kupang. Tentu yang menjalankan operasi yang dari RS Sanglah, Bali. Tiga orang. Yang pegang pisau: dr Komang Adhi Sp.BTKV.
Dokter Komang 41 tahun. Ia operator utama di RSUP Ngurah Rai Sanglah, Bali.
BACA JUGA:Inilah Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH dan BPNT yang Cair Jelang Lebaran 2025?
Yang jadi asisten pertama Komang: dr Maizul Anwar Sp.BTKV. Usia 76 tahun. Relawan ahli. Dokter Maizul pensiunan RS Jantung Harapan Kita Jakarta.
Sedang asisten keduanya: dr Mario. Umur 32 tahun. Lulusan prodi BTKV FK Unair.
"Di pelaksanaan operasi itu peran Prof Paul sendiri di mana?”