"Tembak Dulu, Bidik Kemudian"!
"Tembak Dulu, Bidik Kemudian"!--Net
Demokrasi AS selama 240 tahun (merdeka 1776), kini sungguh-sungguh berada dalam "narrow margin". Satu garis tipis, yang berada di tepi sebidang halaman luas.
Keluh kesah, dengan kekinian AS . Tidak hanya dimiliki oleh kawan dan lawan AS saja. Presiden ke-45 dan 47 ini, bahkan terus mengonsolidasikan kekuasaan eksekutifnya.
Juga, sekaligus melemahkan sistem pengawasan dan keseimbangan. Serta menantang norma hukum dan kelembagaan yang telah ditetapkan sebagai konvensi.
BACA JUGA:Reaksi Timnas Bahrain Setelah Tiba di Jakarta
Trump betul-betul telah menjadi pemimpin terkuat, dalam sejarah AS. Perintah lisan hakim yang melarang penerapan UU 1798 (tentang Musuh Asing). Yang hanya boleh digunakan saat perang saja, ditentang oleh Gedung Putih (White House).
Pengusaha dan politisi berusia 78 tahun ini, "menyerang" James Boasberg. Kepala hakim distrik Washington yang melarang deportasi (untuk yang sudah lengkap persyaratannya), sebagai hakim radikal, gila, dan licik.
Lebih jauh lagi, Presiden Donald Trump menyebut hakim James Boasberg. Harus dimakzulkan.
Tak urung, kemarahan Trump kepada James Boasberg, atas tentangan penerapan UU 1798 ini. Menimbulkan reaksi Kepala Hakim MA (Mahkamah Agung).
BACA JUGA:La Albiceleste Menang 1-0
Kepala Hakim MA, John Roberts, seperti dikutip "The Guardian" menyampaikan teguran langka kepada Presiden Donald Trump. Dia menegaskan, "pemakzulan". "Bukanlah tanggapan yang tepat terhadap ketidaksetujuan menyangkut keputusan pengadilan".
Berbagai reaksi masif dari orang-orang "lingkar dalam" (in group) yang pernah berada di istana. Bermunculan. David Fum (mantan penulis pidato Presiden George W. Bush mengingatkan, hampir setiap tindakan besar Trump secara sengaja, ilegal. Dia telah berjudi, bahwa sistem demokrasi AS terlalu rusak.
Dalam satu 'frasa' Fum menyebut, "dobraklah pintu, maka seluruh bangunan akan runtuh. Saat ujian telah tiba"! AS di genggaman Trump, memang tengah dalam ujian. Gejolak domestik, dunia, dan aliansi trans-atlantik, kini tengah dalam cobaan.
Aliansi Eropa dan Amerika Utara (AS) yang disebut Trans-Atlantik, tengah "terkoyak", dalam kasus Ukraina.
BACA JUGA:Kelurahan Bangun Rejo Galakkan Kebersihan
Penghentian bantuan total militer AS terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia. Melahirkan sikap paradok Uni Eropa yang tetap ingin setia memenangkan Ukraina.