Miskin Bermartabat

Disway--Pagaralam Pos

Keluar dari makam lebih banyak lagi yang mengerubung. Juga para wanita. Anak-anak.

BACA JUGA:Kawal Program Pemerintah, Kapolres : Mendukung Kesejahteraan Masyarakat

Lalu saya lihat dua lelaki perlente masuk ke makam. Gagah. Berjas. Berdasi. Wajahnya seperti keturunan Arab.

"Assalamu alaikum," sapanya. "Kami dari Toronto".

"Kanada?”

"Yes".

BACA JUGA:Intip Pesona HR-V Hybrid, Harga Hampir Setara Innova Diesel, Segini Tenaganya

Kami pun ngobrol sambil berdiri. Tidak ada tempat duduk. Tidak ada gasebo. Tidak ada tempat berteduh.

"Kami lahir di desa ini. Besar di Addis Ababa. Sekarang tinggal di Toronto".

"Sering ke sini?"

"Sering. Sesekali".

Jelaslah mereka masih keturunan yang dimakamkan di situ. Obrolan selesai.

Lapar.

BACA JUGA:Potongan Harga Tertinggi untuk Suzuki dan Mitsubishi di IIMS 2025, Ini Besarannya!

Saya pun minta dibawa ke warung terbaik. Ini soal kesehatan benda yang akan masuk ke perut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan