Perusuh Bocor
Disway--Disway
Itu menu untuk sarapan! Dan hanya untuk 12 orang perusuh yang tersisa: lima dari Jakarta, dua dari Ketapang, Kalbar. Satu dari Kuala Lumpur. Satu dari Blitar. Satu dari Gresik.
BACA JUGA:Unik, Danau Tiga Warna dengan Pesona Kelimutu Surga Tersembunyi di Flores!
Maka selesai senam, kami menyerbu meja panjang itu. "Senam tadi berhasil membuang 300 kalori. Lihat makanan ini bisa naik 1000 kalori," celetuk Nicky.
Setelah sarapan mereka pun berkomentar. "Lain kali tidak usah di hotel. Di sini saja. Jauh lebih nyaman," ujar mereka.
Tentu DIC Farm tidak cukup kalau untuk 40 orang. Kecuali di musim kemarau nanti kebocoran sudah bisa diperbaiki: bisa untuk 10 orang.
Lantai atas rumah bambu itu sendiri sebenarnya menawarkan pemandangan sawah dan gunung yang indah.
BACA JUGA:Resep Mudah Untuk Berjualan, Ini Dia Tata Cara Buat Nasi Krawu!
Ada juga pemandangan kandang usaha ternak ayam yang agak kumuh. Terlihat juga sungai curam yang berbatu. Setiap saat suara airnya gemuruh –dan di malam hari terasa lebih menderu.
Pertemuan perusuh sendiri dilakukan di kolong rumah bambu itu. Sebagian di bawah kolong. Sebagian lagi di bawah pohon asam atau di sekitar sumur tua. Ada juga yang pilih sambil duduk-duduk di pinggir parit berair deras.
Ada dua topik yang dibahas di kolong rumah bambu itu: swasembada pangan dan swasembada pikiran.
Yang terakhir itu dipimpin oleh karikaturis terkemuka Wahyu Kokang (Disway 21 November 2024: Kokkang Ibunda).
BACA JUGA:Cocok Jadi Ide Untuk Jualan, Ini Dia Resep Nasi Krawu!
Topik yang dibawakan Wahyu adalah ''membuat lingkaran''. Seru. Semua perusuh diberi kertas A3. Juga spidol. Semua harus membuat lingkaran.
Itu metode Wahyu untuk mengajar menggambar di rumah sakit jiwa. Wahyu ingin melihat siapa di antara penghuni RSJ yang sudah bisa membuat lingkaran sempurna. Yakni lingkaran yang ujung dan awalnya bisa bertemu.
Perusuh pun banyak yang terbahak ketika selesai menggambar: banyak yang ujungnya tidak ketemu.