Google Advertisement Below

Keutamaan Melakukan I’tikaf pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Raih Pahala yang Berlipat Ganda--pagaralampos

BACA JUGA:Catat! Rekomendasi Resep Kue Dadar Gulung Tanpa Telur

Itikaf memiliki akar sejarah yang dalam dalam Islam, dimulai dengan praktik pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW.

Beliau menghabiskan 10 hari terakhir bulan Ramadan di Gua Hira untuk beribadah dan menerima wahyu dari Allah SWT.

Menurut catatan sejarah, Nabi Muhammad mengasingkan diri dari masyarakat yang masih dalam keadaan Jahiliyah di Gua Hira, yang terletak di Bukit Hira, tempat yang lebih tinggi dari Ka’bah. 

Selama waktu itu, beliau menjalankan tiga bentuk ibadah sekaligus: menyepi, beribadah, dan melihat Baitullah.

BACA JUGA:Lontong Balap Surabaya, Balapan Rasa yang Selalu Menang di Lidah Siapa Pun

Tradisi itikaf ini berlanjut setelah turunnya wahyu dan penugasan beliau sebagai Rasulullah, menjadi suatu amalan yang diwariskan kepada umat Islam.

Sejak itu, masjid menjadi tempat utama untuk menjalankan ibadah kepada Allah, sesuai dengan perintah dalam Al-Quran, yang menegaskan bahwa masjid-masjid adalah milik Allah dan tempat yang suci untuk menyembah-Nya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google