Rampas Aset

Sabtu 29 Aug 2026 - 16:40 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Sampailah datang waktu senja tanggal 26 Agustus 2026. Matahari tenggelam seperti lebih bergegas. Bulan purnama pun mulai menampakkan menornya di langit timur Jakarta. Kian gelap medsos kian riuh: demo Pati di Jakarta pasti terjadi. Kian malam kian panas. Puncak panas itu terjadi ketika Mas Botok diajak masuk ke mobil polisi. Atau sengaja dimasukkan. Mobil itu dihadang massa. Dikepung. Dipepet. Mas Botok harus dikeluarkan dari mobil. Mereka sangat mengkhawatirkan akan dibawa ke mana tokoh demo mereka. Polisi memenuhi permintaan itu. Selesai.

BACA JUGA:Daihatsu Mira e:S Terbaru, Mobil Mini Rp122 Jutaan, Segini Konsumsi BBM Nya!

Pukul 02.30 --sudah tanggal 27 Agustus-- saya bangun. Biasa. Langsung buka HP. Muncul notifikasi: live channel. Kamera mengarah ke jalan raya depan DPR di Senayan. Beberapa orang terlihat duduk menunggu pagi. Seperti juga menunggu siapa lagi yang mau datang ke lokasi demo.

Narasi live itu tidak provokatif. Narasinya sangat simpatik. Pun trhadap komentar yang nadanya anti demo. Tidak reaktif. Tetap dingin. Tetap simpatik.

Ternyata sedini itu sudah banyak yang live lewat channel masing-masing. Saya pindah-pindah. Ketegangan sedikit muncul ketika narasi di situ menyebut mulai kesulitan sinyal. "Kami sudah tidak bisa menggunakan Indosat sama sekali," ujar salah satu narasi. Kesannya: pihak keamanan mulai membatasi gerak medsos. Mungkin agar tidak terjadi seperti di Nepal: pemerintah terguling akibat demo yang digerakkan oleh medsos. Rasanya Indosat tidak ada kepentingan apa-apa. Indosat sudah milik Ooredoo, Qatar.

BACA JUGA:BYD Great Seagull Segera Meluncur, Mobil Listrik Bongsor dengan Jarak Tempuh 420 Km, Begini Spesifikasinya!

Narasi lainnya memberi peringatan: "Kalau nanti kami tidak bisa live di channel ini Anda bisa pindah ke FB," katanya. Seolah semua jaringan selular terancam akan ditutup. Lalu bermunculan pertanyaan di layar HP: akun FB nya yang mana.

Sampai pukul 05.00 saya terus mengikuti live dari sarang demo di Jakarta. Untung ada Dismorning. Tiap jam lima pagi. Saya tinggalkan live itu untuk live sendiri di Dismorning. Saya bilang ke Sasa, host Dismorning: "Mungkin pagi ini tidak ada orang yang menyaksikan kita di Dismorning. Semua orang akan memilih menyaksikan live situasi Jakarta menjelang demo," ujar saya kepada Sasa. "Orang pingin mengukur suhu politik Jakarta. Aman atau tidak aman," kata saya lagi.

Selesai Dismorning saya harus berangkat olahraga. Di jalan saya ikuti lagi live. Belum banyak perkembangan. Setelah itu kesibukan lain susul-menyusul. Siangnya baru live lagi: begitu banyak yang mendukung demo. Terutama dari pengemudi ojek online.

Tengah hari saya balik ke live: demo tidak seberapa besar. Setidaknya tidak sebesar yang dikhawatirkan. Sekitar 3000 orang.

BACA JUGA:Daihatsu Mira e:S Terbaru, Mobil Mini Rp122 Jutaan, Segini Konsumsi BBM Nya!

Tapi itu juga sudah besar. Dan akan benar-benar besar kalau tidak segera ada jalan keluar. Mereka bisa bermalam di jalan raya depan DPR. Simpati bisa kian besar. Bisa meluas. Bisa ditunggangi. Bisa rusuh. Apalagi kalau sampai senja digantikan gelap.

Bahaya itulah yang dibaca para politisi di DPR. Khususnya oleh Wakil Ketua DPR Don Dasco. Maka Mas Botok dan tim intinya diajak masuk ruang sidang DPR.

Diajak bicara. Lalu keluarlah jaminan dari Don Dasco yang sangat terkenal itu: Kalau sampai 15 Desember UU Perampasan Aset tidak disaahkan, ia akan mengundurkan diri. Pun para wakil ketua DPR lainnya: Cucun Ahmad Syamsurijal, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati. Tidak jelas mengapa Ketua DPR Puan Maharani tidak melibatkan diri dalam penjaminan itu.

BACA JUGA:Chery Q Resmi Hadir di GIIAS Surabaya 2026, Harga Mulai Rp262 Jutaan, Begini Spesifikasinya!

Demo pun berakhir. Jakarta selamat dari kerusuhan. Letupan kecil tetap terjadi di sana-sini. Tapi bisa diatasi. Rupanya skenario ”rusuh malam” kehilangan momentum. Kelihatannya tetap ada yang ingin memaksakannya. Sejumlah peristiwa terjadi di kegelapan. Tapi timing-nya sudah layu sebelum berkembang.

Kategori :

Terkait

Selasa 01 Sep 2026 - 17:55 WIB

Ahli Uang

Senin 31 Aug 2026 - 15:07 WIB

Akal Sehat

Minggu 30 Aug 2026 - 18:01 WIB

Aset Berharga

Sabtu 29 Aug 2026 - 16:40 WIB

Rampas Aset

Jumat 28 Aug 2026 - 16:14 WIB

La Hua