Undangan Sirry

Minggu 21 Jun 2026 - 16:34 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Urusan ini tidak bisa selesai dengan air mata. Kalau mau menangis lari dulu ke kamar kecil. Nangis sepuasnya. Lalu segera cuci muka seolah bukan baru menangis.

Di masa libur ini ganti para petugas dapur MBG yang menangis: tidak dapat penghasilan. Tiap dapur punya 50 orang. Tangisan mereka jauh lebih penting dari tangisnya seorang Deyang.

Sebenarnya kalau saja investasi belum telanjur besar, MBG bisa ditata seperti yang dialami Kemal di Amerika. Mungkin lima tahun lagi: setelah nilai investasi dapur MBG itu pay back.

Para ilmuwan tamu Prof Sirry tentu tidak membahas MBG. Masing-masing mengajukan topik diskusi.

BACA JUGA:Basah Wet

Mulai dari gejala menurun drastisnya santri di pondok pesantren tradisional, bagaimana bisa semua kitab suci mengandung ajaran kekerasan, bagaimana ketakutan melakukan dosa makan babi lebih ditaati daripada berbuat dosa melakukan korupsi, sampai bagaimana baru agama Katolik yang mau mengakui ada kebenaran di luar Katolik.

Selama liburan di Indonesia, jadwal Prof Sirry sangat padat. Ke kampus-kampus. Yang tidak mau mengundangnya justru almamaternya sendiri: Pondok modern Al Amin di Prenduan, Sumenep. Prof Sirry dianggap terlalu liberal.

Kategori :

Terkait

Senin 31 Aug 2026 - 15:07 WIB

Akal Sehat

Minggu 30 Aug 2026 - 18:01 WIB

Aset Berharga

Sabtu 29 Aug 2026 - 16:40 WIB

Rampas Aset

Jumat 28 Aug 2026 - 16:14 WIB

La Hua

Kamis 27 Aug 2026 - 16:58 WIB

Hakka Ngiau