KORANPAGARALAMPOS.COM - Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti pelaksanaan Hari Tasyrik pertama di Mina, Arab Saudi, Kamis (28/5) atau bertepatan dengan 11 Zulhijah 1447 Hijriah.
Pada momentum tersebut, jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah Mabit (bermalam) serta melempar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, sebagai bagian dari puncak ibadah haji 1447 H.
Di tengah jutaan jama’ah dari berbagai Negara, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah turut mendampingi para jama’ah haji asal Kota Pagar Alam dalam menjalankan ritual pelemparan jumrah di Mina.
Kebersamaan terlihat begitu kuat saat H. Ludi Oliansyah bersama para jama’ah asal Pagar Alam berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer menuju lokasi pelemparan jumrah.
BACA JUGA:Keikhlasan
Perjalanan tersebut dijalani dengan penuh semangat dan kekompakan, meski harus berdesakan dengan jama’ah dari berbagai penjuru dunia.
Bagi para jama’ah, perjalanan menuju lokasi Jumrah, bukan hanya sekadar perjalanan fisik, namun juga memiliki makna spiritual yang mendalam.
Dengan penuh kekhusyukan, rombongan jama’ah asal Pagar Alam menjalankan salahsatu rangkaian penting dalam ibadah haji tersebut.
Semangat kebersamaan dan kekeluargaan tampak jelas di antara para Haji dan Hajjah asal Pagar Alam.
BACA JUGA:Pererat Hubungan Pemkot dan Masyarakat
Kehadiran langsung Wali Kota di tengah jama’ah pun menjadi penyemangat tersendiri bagi para jama’ah dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sebelumnya, rangkaian puncak ibadah haji telah diawali dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026.
Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan ibadah diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antarjamaah haji asal Pagar Alam serta menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dengan penuh kesabaran, kekompakan dan keikhlasan.
Momentum ini juga menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Pagar Alam yang tengah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.