Dor! Dor!

Kamis 21 May 2026 - 15:33 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Koperasi pernah dibangun besar-besaran di zaman Pak Harto: Koperasi Unit Desa (KUD). Meski namanya Unit Desa tapi hanya ada satu KUD di satu kecamatan. Hasilnya: gagal total.

Badannya koperasi tapi isinya kapitalistis. Semua KUD bangkrut. Koperasi kalah efisien dari praktik kapitalisme.

BACA JUGA:Koling, Terobosan Kejari Bantu Ekonomi Pasca RJ

Setelah itu tidak ada lagi yang berani menempuh jalan non kapitalistik. Apalagi gerakan Swadeshi di India juga mengakibatkan negara itu hampir bangkrut.

Ditambah lagi negara-negara yang menganut sosialisme gagal: Uni Soviet tercerai-berai. Korut jatuh ke kemiskinan yang abadi. Pun Kuba.

Kini Prabowo tidak hanya menembak kapitalisme, tapi menjatuhkan bom. Ledakannya besar. Guncangannya bisa seperti gempa bumi. Asapnya bisa bikin sesak di mana-mana.

Tapi Prabowo hanyalah menjalankan UUD 1945. Ia mengatakan di DPR kemarin: "saya disumpah di tempat ini untuk menjalankan UUD 1945".

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Targetkan 5 Juta Ton Gabah, Pagar Alam Ikut Gerakan Tanam Padi

Bukan sekadar sumpah. Prabowo berkeyakinan cara yang selama ini dilaksanakan tidak bisa membuat Indonesia menjadi negara maju.

Selama tujuh tahun terakhir jumlah orang miskin justru bertambah. Jumlah penduduk kelas menengah turun.

Prabowo juga heran: dengan tumbuh 5 persen setiap tahun, selama tujuh tahun, seharusnya Indonesia kini lebih kaya 35 persen (5x7). Kok tidak. Berarti ada yang salah.

Kekayaan kita mengalir ke luar negeri. Lewat mana? Prabowo menyebut lewat tiga cara: transfer pricing, under invoicing, dan curang di volume.

BACA JUGA:Bank Indonesia Raises Interest Rate to 5.25% to Defend Rupiah Amid Global Turmoil

Presiden merasa seperti dipukul di ulu hati: harusnya pendapatan negara sangat besar. Akibat praktik itu rasio pendapatan kita dengan GDB hanya 11 persen. "Kamboja saja 15 persen.

Kita kalah dengan Filipina apalagi Meksiko," katanya.

Itulah yang mendasari keputusan drastis Prabowo kemarin: semua ekspor sawit dan batu bara harus lewat Danantara. Dengan demikian tidak akan ada under-pricing dan transfer pricing.

Kategori :

Terkait

Senin 25 May 2026 - 15:35 WIB

Masuk Istana

Minggu 24 May 2026 - 17:08 WIB

Dapat Apa