Lu Biau

Sabtu 16 May 2026 - 14:06 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Lu Biau

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Ketika saya meninggalkan pulau Rhun kembali ke pulau Banda Naira kemarin, Presiden Donald Trump meninggalkan Beijing kembali ke Amerika.

Dua hari Trump di Beijing. Hasil yang nyata: Tiongkok akan membeli 200 pesawat Boeing bikinan Amerika, membeli minyak dan gasnya, serta hasil pertaniannya. Dua yang terakhir tidak konkret nilainya –bagian yang kelihatannya sengaja diambangkan.

BACA JUGA:Oppo Reno 12F Resmi Dirilis: Bawa Teknologi AI Generatif dan Desain

Berarti hasil kunjungan ini tidak sebesar berita yang dimunculkan. Soal membeli pesawat sebanyak 200 itu misalnya, sebenarnya bisa lebih banyak lagi mengingat kebutuhan Tiongkok 500 pesawat.

Pembelian 200 pesawat itu hanya setara dengan pembelian yang dilakukan Lion Air dari Indonesia –yang waktu itu sekali beli sebanyak 175 pesawat.

Soal pembelian hasil pertanian kelihatannya Tiongkok akan berhitung lebih teliti: Tiongkok sudah telanjur bertransaksi dengan Kanada dan Brasil di bidang minyak Canola dan kedelai.

Nilainya sengaja diambangkan karena Tiongkok masih akan melihat apakah perusahaan teknologinya masih dilarang masuk Amerika. Demikian juga apakah chip Amerika masih dilarang dikirim ke Tiongkok.

BACA JUGA:Jeep Avenger Naik Level, SUV Kompak Kini Lebih Mewah dan Modern, Ini Spesifikasi Lengkapnya!

Kedatangan Trump ke Beijing kali ini berbeda dengan tahun 2017. Kali ini Trump tidak didampingi istrinya, Melania. Sembilan tahun lalu Melania jadi bintang di Beijing. Dia tampak selalu bersama Peng Liyuan, istri Presiden Xi Jinping yang juga artis penyanyi lagu-lagu nasionalis paling terkenal.

Kali ini Peng Liyuan hanya hadir sesekali. Penyambutan kali ini lebih bersifat "bisnis" dari pada kekeluargaan. Isu yang dibahas juga super serius: soal sensitivitas Taiwan bagi Tiongkok dan soal mengapa Trump menyerang Iran.

Jelas Xi ingin Amerika tahu soal Taiwan itu harga mati. Seperti juga soal Hong Kong. Xi seperti mengingatkan Trump: soal Taiwan bisa seperti Iran –akan membuat Amerika sangat sulit.

Dari berbagai pemberitaan media terlihat Trump ingin mengesankan bahwa Tiongkok akan membantu Amerika meyakinkan Iran di soal Selat Hormuz. Tapi saya yakin Tiongkok akan memainkan kartu Iran ini dengan kelihaian permainan mahyong. Bahkan ada yang mengingatkan Trump: hati-hati dengan jebakan Thucydides.

BACA JUGA:Suzuki Cool Biao 150 2026, Motor Retro Irit yang Disebut Penerus Suzuki Thunder, Begini Spesifikasinya!

Kategori :

Terkait

Sabtu 16 May 2026 - 14:06 WIB

Lu Biau

Jumat 15 May 2026 - 14:59 WIB

Tuntutan Tinggi

Kamis 14 May 2026 - 12:21 WIB

Guncangan Transisi

Rabu 13 May 2026 - 17:57 WIB

Tahu Digigit