KORANPAGARALAMAPOS.COM - Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah ST, secara resmi melaunching Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan yang bersumber dari APBD Kota Pagar Alam Tahun 2026, Selasa (5/5), di kawasan Ayek Salak RW 01 RT 02, Kelurahan Jangkar Mas, Kecamatan Dempo Utara.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat tinggal di rumah yang layak, sehat dan aman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Setdako Pagar Alam, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Bank Sumsel Babel, Ketua TP PKK Kota Pagar Alam, Ketua BAZNAS Kota Pagar Alam, Camat Dempo Utara, Lurah Jangkar Mas, Ketua RT/RW serta tamu undangan lainnya.
BACA JUGA:Kelapa Gading
Dalam sambutannya, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan program perbaikan RTLH merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni.
“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program pemerintah dalam rangka mendukung peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini yakni meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni, serta memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Ludi.
Ia menegaskan, program RTLH menjadi salahsatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih baik.
BACA JUGA:Anggaran Gaji ke-13 PPPK Siap Dicairkan
“Program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan salahsatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar dapat menempati rumah yang layak, sehat dan aman,” tambahnya.
Pada tahun 2026 ini, total bantuan perbaikan rumah di Kota Pagar Alam mencapai 282 unit, dengan rincian 215 unit bersumber dari APBN, 39 unit dari APBD Kota Pagar Alam, dan 28 unit berasal dari BAZNAS Kota Pagar Alam.
Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap dan berbasis swadaya masyarakat dengan mengedepankan prinsip gotong royong, partisipasi aktif masyarakat setempat, serta pendampingan teknis dari Pemerintah Kota Pagar Alam.
BACA JUGA:Update Harga Promo Mei! Mobil Honda City Hatchback RS Tahun 2026
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik perbaikan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni bagi masyarakat penerima bantuan.
Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat Kota Pagar Alam semakin meningkat seiring tersedianya hunian yang lebih nyaman dan representatif.