Perubahan perilaku konsumen ini menunjukkan adanya kombinasi antara efisiensi dan gaya hidup praktis.
Menyewa kebaya dinilai lebih ekonomis untuk penggunaan sekali pakai, sementara pembelian tetap dilakukan untuk item yang bisa digunakan berulang, seperti jilbab dan busana pribadi.
Tidak hanya melayani pembeli eceran, Toko Elsa juga membuka peluang usaha melalui sistem grosir. Produk-produk yang dijual, mulai dari jilbab hingga pakaian, sebagian besar diambil langsung dari produsen atau pabrik.
Hal ini memungkinkan toko menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasaran. “Kami ambil langsung dari pembuat, jadi bisa juga melayani pembelian grosir. Siapa saja yang mau jadi reseller juga bisa,” tambahnya.
BACA JUGA:Sekali Cas Tembus 200 KM! Ini 5 Motor Listrik Terlaris 2026 yang Bikin Anda Lupa Jalan ke SPBU
Strategi ini menjadi salah satu kekuatan utama Toko Elsa dalam menghadapi persaingan bisnis fashion. Selain menjangkau konsumen langsung, toko ini juga merangkul pelaku usaha kecil untuk berkembang bersama melalui sistem reseller. (Do19)