Garam Listrik

Rabu 18 Mar 2026 - 15:27 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Usaha Tapai Rumahan di Pagar Alam Kebanjiran Pesanan

Juga ke pabrik peralatan lab. Ke pabrik solar sel. Pabrik alat berat. Dua lagi tidak saya sebut. Lalu ke pabrik listrik: pembangkit listrik tenaga garam.

Di yang terakhir itu saya agak lama: baru kali ini menyaksikan apa yang sejak dulu sering saya baca di teori. Rongga yang terbentuk setelah garamnya ditambang bisa untuk menyimpan udara. Yakni udara yang dipadatkan.

Rongga itu letaknya di perut bumi: di kedalaman 1.500 meter. Besarnya rongga lebih dari 1 km2. Anda sudah tahu teorinya: rongga yang terbentuk di dalam tambang garam itu kedap udara.

Dinding-dinding rongga itu masih berupa garam. Pun langit-langitnya. Udara tidak bisa bocor.

BACA JUGA:Inovasi Terbaru Chery: X SUV Bisa Jadi Campervan Hanya 5 Menit

Mulut tambang pun dimasuki pipa raksasa. Udara dimasukkan ke rongga tambang. Dipadatkan.

Bagaimana cara memasukkan udara ke rongga tambang yang begitu besar? Tentu bukan dengan cara gotong-royong 1,4 miliar penduduk Tiongkok ramai-ramai meniupkan udara ke dalamnya. Ini pakai blower besar. Lalu pakai kompresor raksasa.

Untuk itu diperlukan tenaga listrik. Kelebihan listrik di siang hari dipakai untuk meniupkan udara dan memadatkannya.

Petang hari –sampai sebelum tengah malam– penutup rongga itu dibuka,: udara pun lari keluar dengan kencangnya. Kecepatan udara itulah yang ditangkap turbin. Turbin berputar --memutar generator. Jadilah listrik.

BACA JUGA:Usaha Tapai Rumahan di Pagar Alam Kebanjiran Pesanan

Yang saya lihat itu turbinnya satu: 600 MW. Besar sekali. Di kota Huai An banyak sekali rongga tambang garam. Peninggalan masa nan lalu. Kini tiba-tiba bisa jadi durian runtuh.

Saya belum mau banyak bertanya. Ini masih baru. Belum genap dua bulan. Tahun depan saya ingin ke Huai An lagi.

Lima hari ke Tiongkok saya seperti menelusuri lorong waktu yang panjang: dari monumen penulis buku di abad ke empat belas, ke zaman Zhou En Lai, sampai ke zaman Tiongkok masa kini. Bahkan ke masa depan mobil dan robotnya.

Lima hari; delapan pabrik; empat kota; empat zaman. Nikmat apa lagi yang masih engkau dustakan.

Kategori :

Terkait

Selasa 05 May 2026 - 16:34 WIB

Kelapa Gading

Senin 04 May 2026 - 18:24 WIB

Gaji PPPK Cuma Sampai September

Senin 04 May 2026 - 14:11 WIB

VVIP Selamanya?

Minggu 03 May 2026 - 17:51 WIB

Motivasi Membawa Sinergi Positif

Minggu 03 May 2026 - 16:10 WIB

Istana Garuda