"拍拍马屁,存款过亿" bunyi tulisan di kaca toko itu. Dibaca: pai pai ma pi, cun kuan guo yi. Arti bebasnya: Sanjungan menghasilkan penghasilan lebih dari 100 juta.
Itu karena menepuk pantat kuda dianggap sebagai pujian. Atau sanjungan. Kuda merasa tersanjung kalau pantatnya ditepuk-tepuk. Pun kuda Anda yang ada di rumah.
Dengan menyanjung orang yang Anda sanjung akan memberikan proyek kepada Anda.
Tentu itu hanya iklan di toko. Maksudnya: hanya untuk daya tarik. Humor di tahun kuda.
Tapi dalam dunia politik istana kerajaan zaman dulu tepuk pantat kuda itu bermakna sangat dalam. Zaman itu di sekitar raja banyak dikelilingi orang yang hanya pandai menjilat.
Mereka tidak berani berkata apa adanya. Di depan raja selalu saja dilaporkan keadaan yang baik-baik saja. Pun bila kenyataannya tidak begitu.
Tapi tidak ada yang berani bisik-bisik siapa saja orang di dekat raja yang sukanya menjilat. Dalam bisik-bisik itu mereka hanya berani bilang begini: raja kita dalam bahaya gara-gara para penepuk pantat kuda itu!
Penjilat disamarkan namanya menjadi si penepuk pantat kuda.
Tentu tidak semua raja suka dijilat. Ada yang aslinya memang tidak suka dijilat. Ada yang awalnya suka tapi kemudian tidak suka. Yakni setelah tahu para penjilat itu ternyata para pembohong.
Tapi raja di sana seumur hidup. Agak telat tahu tentang watak asli para penepuk pantat kuda tidak masalah. Di negara demokrasi telat tahu bisa bermasalah: kehilangan banyak waktu. Padahal masa jabatan terbatas.
Saya tidak mengira kota sekecil Huai An penuh dengan bahan tulisan. Ada nama besar perdana menteri Zhou En Lai. Ada penulis-penulis buku legendaris. Ada proyek pertama pembangkit listrik dengan tenaga garam --baru selesai dikerjakan dua bulan lalu. Saya merasa beruntung bisa secepat itu melihatnya.
Saya pun ingat. Konglomerat Mochtar Riyadi pernah berkata pada saya: perdagangan pertama di dunia terjadi di Tiongkok. Yakni barter antara besi dan garam. Garamnya garam tambang. Besinya besi tambang.
BACA JUGA:Pengurus AMSI Sumsel Periode 2024–2028 Gelar Bukber, Bahas Penguatan Organisasi Media Siber