BACA JUGA:Rahasia Resep Telur Crispy Mewah ala Jajanan Medan yang Viral, Takjil Renyah Penyelamat Kantong!
Delcy adalah wanita yang melejit. Latar belakang pendidikannyi hukum. Setelah jadi politikus, dia diangkat Presiden Hugo Chavez jadi menteri kominfo. Lalu diangkat Madurojadi menteri keuangan.
Sebentar kemudian jadi menteri ekonomi. Tidak lama pula jadi wakil presiden. Lalu jadi presiden sementara.
Kini Delcy lagi jomblo. Setelah cerai dengan bintang film terkenal di sana, dia hidup bersama ''domestik partner''-nyi: Yusuf Abou Nassif. ''Domestik partner'' adalah istilah diplomatik kenegaraan untuk menyebut kumpul kebo. Yang istimewa: Delcy adalah pengikut guru spiritual India, Sai Baba.
Trump lagi mencari orang seperti itu untuk Iran. Alangkah sulitnya.
BACA JUGA:Rekomendasi 5 Cafe Instagramable di Jakarta Selatan untuk Bukber 2026, Estetik Banget!
Mungkin juga Trump sudah dapat laporan intelijen bahwa di antara ayatollah di Iran banyakjuga yang punya garis berbeda. Ada juga yang bergaris lentur.
Pun sejak zaman Ayatollah Rukhullah Khomeini –pendahulu Khamenei–- yang lentur seperti itu sudah ada. Tapi tersingkir. Bahkan ada yang tersingkir secara tragis.
Demikian juga di tingkat eksekutifnya. Banyak tokoh seideologi dengan Ayatullah RukhullahKhomeini yang akhirnya tersingkir.
Anda tentu masih ingat nama tokoh Bani Sadr. Ia adalah tangan kanan Khomeini sendiri. Sama-sama berjuang sejak masih di pengasingan: di Paris. Sama-sama pulang ke Iran setelah perjuangan mereka berhasil menumbangkan maharaja Reza Pahlevi.
BACA JUGA:Gak Cuma Gudeg! Ini 7 Kuliner Legendaris Jogja yang Wajib Dicicipi Biar Gak Menyesal Seumur Hidup
Bani Sadr ingin Iran maju –dengan tetap menganut ideologi Khomeini. Tapi pergolakan antara garis keras dan garis lentur membuat Bani Sadr berubah status: dari tangan kanan menjadi tangan kiri Khomeini.
Lalu tangan itu dipotong pakai pisau revolusi sampai ke pangkal lengannya. Sampai buntung.
Di mana pun tidak sedikit sebuah revolusi justru memotong tangannya sendiri. Termasuk di Indonesia. Bung Karno, memotong tangan revolusi kemerdekaan kita: Sutan Sjahrir.
Ia dimasukkan penjara sampai meninggalnya. Padahal justru Sjahrir-lah yang meyakinkan para pemuda kala itu agar Bung Karno saja yang jadi presiden –meskipun para pemuda sendiri– lebih ingin Sjahrir yang jadi presiden.
BACA JUGA:Yuk Simak! 4 Tips Memilih Motor Cross untuk Offroad Ekstrem