WNI WNI

Rabu 25 Feb 2026 - 16:06 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Sebagai orang pintar tentu mereka sudah berpikir panjang: mana yang lebih menjamin masa depan. Itu adalah hak semua orang: menentukan masa depan masing-masing.

Masalahnya dua orang itu, Aryo dan Dwi, adalah penerima beasiswa dari negara Indonesia. LPDP. Mereka terikat aturan: setelah lulus harus bagaimana.

Istri saya dulu juga penerima ikatan dinas: waktu sekolah di SPG –sekolah pendidikan guru–setingkat SMA di Samarinda. Begitu lulus dia wajib menjadi guru SD Inpres. Setidaknya selama dua tahun.

Dia dapat penempatan di SD Inpres di pedalaman Kaltim. Di desa yang semua penduduknya suku Dayak Benuaq dan Tunjung. Sebagai pacar, saya pernah menengok ke sana.

BACA JUGA:Mengundang Energi Positif dan Kekayaan ke Rumah, 5 Tanaman Hias Outdoor Ini Diyakini Bawa Hoki 2026!

Naik perahu klotok: dua hari satu malam. Menyusuri sungai Mahakam ke arah hulu.

Setelah dua tahun dia bebas: kami kawin. Dia berhenti –pindah mengajar suami.

Kita semua tidak tahu apakah Aryo dan Dwi masih terikat ikatan dinas seperti itu. Kalau sudah tidak, apakah mereka masih punya ''utang'' pengabdian.

Kalau mereka masih terikat ikatan dinas, Menkeu Purbaya benar dalam kemarahannya: mereka harus mengembalikan uang beasiswa itu. Soal pakai bunga atau tidak tergantung bunyi kontrak sebelum berangkat.

BACA JUGA:Mengundang Energi Positif dan Kekayaan ke Rumah, 5 Tanaman Hias Outdoor Ini Diyakini Bawa Hoki 2026!

Tentu mereka sudah punya tabungan. Sudah begitu lama bergaji poundsterling. Pasti bisa mengembalikannya. Kalau pun tabungannya kurang bisa pinjam ke bank. Mudah sekali.

Saya punya teman di Singapura. Salah satu anak perempuannya punya problem yang sama. Dia dapat beasiswa dari negara. Setelah lulus dia dapat tawaran kerja di perusahaan besar.

Dengan gaji besar. Dia lantas merengek ke orang tua: pinjam uang untuk mengembalikan seluruh beasiswa yang diterima.

Tidak ada heboh-heboh: itu karena si anak tidak mengunggah video yang merendahkan negaranyi. Yang heboh justru orang tuanyi. Anak itu tidak pernah pulang.

BACA JUGA:All New Honda Beat 125 NX Resmi Hadir Desain Sporty, Speedometer Full Digital, Harga Cuma Rp22 Jutaan!

Kerjanyi pindah-pindah dari Amerika ke Eropa. Sesekali tugas ke Asia tapi ke Shanghai atau Jakarta. Yang merasa kehilangan bukan negara tapi sang orang tua.

Kategori :

Terkait

Minggu 03 May 2026 - 16:10 WIB

Istana Garuda

Sabtu 02 May 2026 - 16:02 WIB

Langit Sumur

Jumat 01 May 2026 - 13:52 WIB

Orang Kuat

Kamis 30 Apr 2026 - 17:20 WIB

Toleransi

Kamis 30 Apr 2026 - 15:57 WIB

Listrik Kereta