Keamanan itu sebenarnya sudah terasa dua tahun terakhir. Khususnya di provinsi Hadramaut. Check point militer bersenjata memang masih sangat banyak. Dari Tarim ke bandara Saiyunsaja, 40 km, harus melewati delapan pemeriksaan pos tentara. Tapi tidak terlalu ketat. Tidak pernah lagi ada tembak menembak di provinsi ini. Tinggal di Yaman Utara yang masih dikuasai pemberontak Houti.
Ada lagi tanda modernisasi besar di Tarim. Itu saya lihat nyata sehari sebelum saya meninggalkan Tarim –menuju Kairo.
Senja itu saya diajak ke gunung. Ada real estate baru di sana. Baru. Baru ini ada real estatedi Tarim. Sejarah: inilah proyek perumahan pertama di Tarim dalam bentuk real estate.
Selama ini pembangunan rumah di sana seperti tidak ada tata aturannya. Rumah di kampung-kampung dihubungkan oleh gang-gang berdebu yang berliku.
BACA JUGA:Harga Yamaha NMAX Terbaru Februari 2026, Mulai Rp31 Jutaan hingga Rp46 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Tapi kini mulai ada real estate. Berarti mulai maju. Proyek itu sedang dibangun. Belum sepenuhnya selesai. Tapi sudah terlihat modernnya.
Yang lebih menarik: real estate itu berlokasi di atas gunung. Berarti juga yang pertama di atas gunung. Gunung mulai diincar sebagai kekuatan dan daya tarik.
Dari real estate ini saya bisa melihat kota Tarim di bawah sana. Terlihat juga stadion sederhana yang banyak pohon korma di sekitarnya.
Kelak, dari bawah, real estate ini akan terlihat seperti istana mewah yang mencuat di atas gunung gersang.
BACA JUGA:Realme GT8 Pro 5G: HP Flagship Murah dengan Skor AnTuTu Tembus 4 Juta Poin
Saya diajak keliling proyek. Naik-naik ke lantai atas. Melihat pula satu apartemen yang sudah jadi –kelihatannya sebagai show marketing.
Satu apartemen tiga kamar. Besar-besar. Sudah tidak ada bedanya dengan apartemen mahal di Shanghai atau Jakarta. Material dinding, lantai, toilet, dapur, semuanya terlihat mewah. Bahkan langit-langitnya sangat tinggi: hampir empat meter.
Ada tujuh ''tower'' di proyek ini. Tiap tower empat lantai. Dari bawah akan kelihatan seperti kumpulan bangunan tinggi di atas gunung.
Satu lantai hanya untuk dua keluarga –masing-masing tiga kamar tidur. Dari tiap kamarnya bisa melihat pemandangan kota Tarim di bawah sana.
Di antara kamar tidur adalah kamar keluarga dan dapur. Masih ada halaman belakang yang bisa untuk barbeque kambing panggang. Juga untuk lesehan di malam hari. Menghadap langit.
BACA JUGA:Toyota Land Cruiser 2026 Seri 300, SUV Legendaris dengan Mesin Diesel V6 Twin Turbo Super Tangguh