FDI Purbaya

Senin 09 Feb 2026 - 17:20 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi omon-omon negatif di dunia usaha. Yakni omon-omon yang lalu berkembang menjadi rumor. Negatif: seolah iklim bisnis kurang bersahabat.

BACA JUGA:Baterai 10.000mAh Tapi Harga Terjangkau? Intip Bocoran Honor X80 yang Pakai Snapdragon 6 Gen 5

Lalu muncul pertanyaan: dengan iklim bisnis seperti itu bagaimana bisa mengundang investasi. Apalagi modal asing. Padahal tanpa investor sulit mencapai pertumbuhan delapan persen. Pun enam persen.

Pertama, isu perampasan 2,5 juta hektare lahan sawit swasta. Seolah tidak ada kepastian hukum. Bagaimana pengusaha yang sudah dapat izin lengkap, sudah investasi puluhan miliar rupiah, tiba-tiba lahan kebunnya disita negara.

Rumornya besar sekali: 2,5 juta hektare sawit yang disita. Alangkah masifnya. Betapa dramatisnya. Lalu muncul rumor: akan diapakan kebun sawit seluas itu. Mampukah pemerintah mengelolanya dengan baik. Bukankah mutu kebunnya BUMN sendiri kalah oleh swasta. Tidakkah itu nanti membuat produktivitas sawit kita merosot.

BACA JUGA:Bukan Cuma Ganti Cat! Bongkar Rahasia Skutik Retro 125 cc Model 2026 yang Baru Meluncur, Fitur Canggihnya

Pokoknya: negatif sekali. Sampai ke soal siapa yang akan melakukan pemeliharaan kebun itu. Bagaimana pemupukannya. Apakah pupuknya tidak dikorupsi sehingga jatah untuk pohon sawitnya berkurang.

Padahal, ternyata, jumlah riil kebun sawit yang disita tidak 2,5 juta hektare. Info yang saya dapat ''hanya'' sekitar 300.000 hektare. Selebihnya adalah tanah kosong yang telantar. Tiwas rumor negatifnya luar biasa.

Kedua, pabrik-pabrik penggilingan padi swasta dirazia polisi. Sampai ke desa-desa. Tuduhan pada mereka banyak sekali. Mulai memainkan harga gabah sampai melakukan oplos beras.

Dengan tindakan keras itu harga beras/gabah dipaksa rendah. Tujuannya: untuk mengendalikan inflasi. Konsumen beras tentu puas. Tidak perlu memikirkan kenaikan pendapatan petani.

BACA JUGA:Gebrakan Toyota di IIMS 2026, Veloz Hybrid Resmi Meluncur dengan Harga Mulai Rp300 Jutaan

Rumor negatifnya: mekanisme ekonomi pasar dilawan dengan razia oleh polisi. Pebisnis beras serentak tiarap. Iklim bisnis gabah begitu buruknya di mata mereka.

Dunia bisnis tentu mengeluhkan mengapa cara-cara bisnis bisa dianggap perbuatan kriminal. Narasi ''beras oplosan'' dibuat begitu negatifnya. Padahal itu praktik yang normal di dunia bisnis –untuk membuat mutu dan harga tertentu.

Kategori :

Terkait

Senin 09 Feb 2026 - 17:20 WIB

FDI Purbaya

Minggu 08 Feb 2026 - 17:37 WIB

Guinness Patrick

Sabtu 07 Feb 2026 - 16:40 WIB

Jakarta Malang

Jumat 06 Feb 2026 - 17:50 WIB

Makan Susu

Kamis 05 Feb 2026 - 18:06 WIB

Bulan Bulat