Amang Tabung

Rabu 14 Jan 2026 - 17:06 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Amang Tabung

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya jadi pemandu wisata. Kemarin. Tamu saya –dua dari provinsi Jiangshu, dua dari Singapura–ingin melihat rumah sakit butik yang ditulis Disway edisi Selasa kemarin.

Maka saya pandu mereka ke RS Kepiting –ups, RS Waron. Yang di Jalan Kali Waron –di seberang jalan Kali Kepiting. Saya tidak memberi tahu pemiliknya –Prof Dr Amang Surya Priyanto. Toh ini hanya tur dadakan.

BACA JUGA:Berpotensi Memicu Gejolak

Satpam di situ ternyata tahu kedatangan saya. Akibatnya, GM RS itu pun, Mr Nano Wartino, buru-buru menyambut kami di lobi –mirip lobi hotel bintang lima plus. Nano bukan dokter.

Ia orang perhotelan. Berpengalaman puluhan tahun di hotel bintang lima. GM RS kelas butik justru merekrut GM dari dunia perhotelan.

Maka saya serahkan tamu-tamu saya ke Nano. Saya kepepet waktu: belum sempat menulis untuk Disway. Saya pun duduk di kursi panjang di lobi. Sambil memesan kopi gula aren di kafenya.

Tiba-tiba Prof Amang, pemilik RS butik ini, menyapa saya: "kok duduk di sini," katanya. Ia pun merayu saya ke ruangan khusus. Sebenarnya saya pilih sendirian. Agar bisa menyelesaikan tulisan.

BACA JUGA:Tetap Perawan

Tapi baik juga bisa ngobrol soal lain dengan Prof Amang: soal bayi tabung. Ia adalah satu dari sedikit pendekar bayi tabung di Indonesia. Tentu sudah banyak ahli bayi tabung, tapi yang level pendekar belum sampai 15 orang.

"Sudah meramu berapa bayi tabung?" tanya saya.

"Banyak sekali," jawabnya.

"Seribu?"

"Lebiiiih".

Kategori :

Terkait

Selasa 10 Feb 2026 - 17:47 WIB

Imron Djatmika

Senin 09 Feb 2026 - 17:20 WIB

FDI Purbaya

Minggu 08 Feb 2026 - 17:37 WIB

Guinness Patrick

Sabtu 07 Feb 2026 - 16:40 WIB

Jakarta Malang