Puisi Ayah

Minggu 21 Dec 2025 - 19:06 WIB
Reporter : Edi
Editor : Edi

Ingatlah...hati papa akan selalu menjadi tempat kembalimu seletih apa pun...

Selalu ada ruang kosong di hati papa...

Ada pintu yang tidak pernah dikunci...karena kaulah kuncinya..

BACA JUGA:Jaringan Dealer Wuling Kini Menjangkau Lebih Banyak Daerah

Jendela rumah kecil kita selalu tersenyum...untuk setiap langkahmu yang ingin pulang...

untuk setiap rindu yang kau lantunkan dalam doa...

Reski...bagaimana pun kau pergi...hati papa tidak pernah benar-benar melepaskan...hanya belajar menyembunyikan rindu

dalam kata yang paling sederhana...“Hati-hati ya, Nak.”

"Berjalanlah dengan nafasku dan keridhaanNya".

BACA JUGA:Wuling Fokus Hadirkan Kendaraan Terjangkau untuk Kebutuhan Harian.

Begitu lulus fakultas teknik (sipil) Universitas Hadanuddin Makassar, sang ayah, Adrin, diterima sebagai pegawai negeri. Yakni di Kementerian Pekerjaan Umum.

Adrin tidak mau jadi pegawai negeri. Ia pilih ikut proyek-proyek swasta. Spesialisasinya adalah irigasi pertanian dan pengukuran tanah.

Ia tidak pernah mau naik jabatan. Tetap ingin di lapangan. Pun walau harus sampai ke pulau We di Sabang dan Merauke. Waktu bandara Digul di pedalaman Papua dibangun ia berbulan-bulan di sana.

Pekerjaan terakhirnya adalah pengukuran tanah untuk bandara Luwuk. Lalu pensiun. Ia membeli tanah di desa. Bukan di kota. Yakni di desa Bunga, setengah jam dari kota Luwuk. Ia bangun sendiri rumah di situ --untuk mencukup-cukupkan uangnya.

BACA JUGA:Wuling Bawa Mobil Keluarga dengan Fitur Lengkap untuk Harian.

Rumah itu terlalu sederhana, terutama ukurannya. Saat diadakan acara adat mappacci di rumah itu, orang berjejal. Ruang tamu tempat acara itu hanya cukup untuk delapan orang. Berjejal. Saya sampai sulit untuk memotret.

Kategori :

Terkait

Kamis 30 Apr 2026 - 15:57 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29 Apr 2026 - 15:16 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 14:15 WIB

Guru Bimbel

Senin 27 Apr 2026 - 16:29 WIB

Helm Anak

Minggu 26 Apr 2026 - 17:52 WIB

Fisika Arco