Jembatan Merah

Rabu 26 Nov 2025 - 17:44 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Jembatan Merah

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Setelah dari Wamena, barulah saya ke Jayapura. Kali ini membawa bagasi: talas Wamena.

Dalam perjalanan Sentani-Jayapura saya tidak ingin tidur di mobil –seberapa pun mengantuknya. Saya ingin tahu perubahan apa saja yang terjadi selama 10 tahun terakhir.

BACA JUGA:Kangkung Babi

Anda sudah tahu dari bandara Sentani perlu waktu 1,5 jam ke Jayapura. Itu karena mobil tidak bisa melaju cepat. Padahal jalan menuju Jayapura kini sudah dua jalur.

Dua lajur di kiri dan dua lajur di kanan. Tetap saja berliku.

Begitu keluar dari Bandara Sentani yang terlihat adalah kekumuhan dan keruwetan kota kecil ini. Ini tipikal kota pendatang. Sentani adalah ibu kota Kabupaten Jayapura.

Padahal yang terus hidup di pikiran saya: Sentani itu indah. Dari udara pun indahnya bukan main.

BACA JUGA:Polres Pagar Alam Tanam Ratusan Pohon di Bukit Jambul

Kalau dipertandingkan pemandangan mana paling indah sebelum pesawat mendarat adalah Sentani. Bandara ini dekat Danau Sentani –yang teduh dan permai.

Danau di kanan, laut di kiri. Sungguh indahnya --dilihat dari jendela pesawat. Pemandangan sebelum mendarat di Bali pun tidak seindah di Sentani.

Setelah meninggalkan batas kota Sentani barulah muncul yang indah-indah itu. Gunung-gunung hijau. Jalan mulus berkelok. Liukan menyusuri tepian danau Sentani.

Teduhnya air danau yang mengaca, itulah Sentani aslinya.

BACA JUGA:Satlantas Polres Pagar Alam Raih Penghargaan Terbaik

Kategori :

Terkait

Kamis 15 Jan 2026 - 18:03 WIB

Rafael Zainal

Rabu 14 Jan 2026 - 17:06 WIB

Amang Tabung

Selasa 13 Jan 2026 - 17:04 WIB

Amang Waron

Senin 12 Jan 2026 - 17:14 WIB

Reflek Radjimin

Minggu 11 Jan 2026 - 16:43 WIB

Sirrul Cholil