Hati Istri

Sabtu 01 Nov 2025 - 18:00 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Tapi ia mampu. Ia ikut dalam tim manajemen perusahaan orang tuanya: di bidang umrah dan haji.

Terbesar di Mojokerto. Ia selalu mengantar jemaahnya ke Makkah dan Madinah. Tapi selama ia sakit bapaknyalah, 72 tahun, yang kembali wira-wiri Surabaya–Makkah.

Sang ayah awalnya hanya guru agama. Di Mojokerto. Jujur, rajin, dan tekun. Lalu dipercaya untuk mengelola koperasi kantor Kementerian Agama setempat. Koperasi itu maju pesat. Perputaran uangnya sudah puluhan miliar rupiah.

BACA JUGA:Wali Kota Pagar Alam Lepas Kontingen NPCI ke Peparprov Sumsel 2025

Sampai pun sudah pensiun ia masih diminta mengawasi koperasi itu. Itu koperasi terbaik di seluruh Kementerian Agama se-Indonesia.

Sambil mengajar ia juga jualan jam tangan. Lalu jualan sepeda. Ia keliling desa-desa berjualan apa saja. Setelah mulai punya uang ia terjun ke bisnis pertanian. Akhirnya menekuni jasa perjalanan umrah dan haji.

Setelah ia tua putra putrinya membantu pendampingan haji dan umrah. Ia sendiri mendirikan madrasah di dekat rumahnya. Salah satu anak yang diandalkan adalah yang sakit itu.

BACA JUGA:Momentum Baru Efisiensi Logistik dan Ekonomi

Saya menengok yang sakit itu ke rumahnya. Saya lihat keadaannya: parah. Saya ragu: apakah akan menyarankan transplant. Keluarga ini sangat agamis. Belum tentu percaya hati manusia bisa diganti.

Selama itu, untuk penyembuhannya pun banyak mendatangi kiai –¬di samping ke dokter dan keluar-masuk rumah sakit.

Akhirnya saya tawarkan jalan itu. Saya lihat perusahaan ini sangat maju. Sayang kalau harus terhambat dalam regenerasi.

Keluarga ini mendengarkan dengan baik. Saya pun terus diminta menjelaskan apa itu transplant. Juga pengalaman saya menjalaninya.

BACA JUGA:Remaja 16 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Curup Besemah, Tim Gabungan Melakukan Pencarian

Sang ayah dengan cepat menyampaikan keputusannya –sambil menahan genangan air mata. Ia menyerahkan anaknya ke saya –untuk mengikuti jejak ganti hati.

"Tidak harus ke Tiongkok," kata saya kepada beliau –jangan sampai ia takut anaknya jadi komunis. Si anak ikut mendengarkan sambil tergeletak di tempat tidur. Saya sungguh khawatir kata T menimbulkan alergi di tubuh mereka.

"Jakarta sudah bisa melakukan transplantasi hati. Di RSCM. Siloam juga bisa," kata saya. "Saya akan hubungkan ke dokter di sana," kata saya.

Kategori :

Terkait

Minggu 18 Jan 2026 - 17:15 WIB

Omon Kenyataan

Sabtu 17 Jan 2026 - 15:54 WIB

Anomali Iran

Jumat 16 Jan 2026 - 18:12 WIB

Asta Cashtry

Kamis 15 Jan 2026 - 18:03 WIB

Rafael Zainal

Rabu 14 Jan 2026 - 17:06 WIB

Amang Tabung