وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
“Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39).
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa usaha adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia.
Kita tidak boleh hanya berpangku tangan, menunggu keajaiban datang tanpa adanya kerja keras.
Namun, ikhtiar saja tidak cukup.
BACA JUGA:Apa Benar Palestina Merdeka Merupakan Tanda Kiamat? Ini Kata Ustadz dan Hadist
Kita juga diperintahkan untuk berdoa sebab keberhasilan sejatinya datang dengan izin Allah SWT.
Rasulullah SAW pun pernah mengatakan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.
Berdoalah dengan penuh keyakinan.
Jangan ragu bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Bahkan ketika doa belum dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah sedang mempersiapkan yang terbaik, atau menundanya untuk waktu yang lebih baik, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
BACA JUGA:Adab Bertetangga dalam Islam
Setelah berusaha sekuat tenaga dan berdoa, maka tibalah saatnya bagi kita untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Inilah yang disebut dengan tawakal.
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan berserah diri setelah ikhtiar dilakukan dengan maksimal.
Terkadang, setelah segala usaha kita kerahkan, hasilnya tidak seperti yang kita harapkan.