KORANPAGARALAMPOA.COM - Musim penghujan, risiko terjadinya banjir semakin meningkat.
Menyadari hal tersebut, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan, mengimbau sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama dalam mencegah potensi bencana banjir yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga.
Lurah Tumbak Ulas, Nurjilah, S.Sos, menegaskan bahwa banjir tidak hanya dipicu oleh intensitas hujan tinggi, tetapi juga akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Salah satu penyebab terjadinya banjir adalah lingkungan yang kotor, banyak sampah plastik. Karena itulah, kami meminta kerjasama warga untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
BACA JUGA: Ribuan Peserta Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Alun-Alun Merdeka Pagar Alam
Menurut Nurjilah, tumpukan sampah, terutama plastik yang dibuang sembarangan ke drainase dan aliran sungai, sering kali menjadi pemicu utama tersumbatnya saluran air.
Kondisi ini membuat air hujan tidak bisa mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap hingga membanjiri permukiman warga.
“Oleh karena itu, upaya yang bisa dilakukan warga adalah tidak membuang sampah sembarangan, baik di drainase, sungai, maupun tempat umum lainnya.
Selain itu, warga juga diimbau rutin membersihkan pekarangan rumah masing-masing agar aliran air tetap lancar,” jelasnya.
BACA JUGA:5 Bahaya Penyakit Radang Amandel yang Tidak Diobati
Lebih lanjut, Nurjilah berharap peran aktif ketua RT dan RW bisa menjadi penggerak dalam mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menekankan bahwa pencegahan banjir merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
“Kami berharap para ketua RT dan RW dapat bersinergi dengan warganya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih.
Upaya ini bukan hanya untuk menghindari banjir, tetapi juga untuk mendukung kehidupan masyarakat yang sehat,” tambahnya.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Gunung Batur: Pesona Geologi, Legenda, dan Daya Tarik Wisata di Bali