Jangan Pernah Tekan Tombol Start! Lakukan Ini Jika Mobil Listrik Anda Terendam Banjir Agar Tidak Korslet Total
Cara menangani mobil listrik yang terendam banjir-pagaralampos-kolase
KORANPAGARALAMPOS.COM - Musim hujan dengan intensitas tinggi sering kali menyebabkan banjir yang tak terelakkan di berbagai wilayah.
Bagi pemilik mobil listrik (EV), situasi ini sering kali memicu kepanikan luar biasa. Meskipun produsen mobil listrik telah merancang baterai dengan segel kedap air bersertifikasi IP67 atau IP69, bukan berarti kendaraan tersebut kebal sepenuhnya terhadap air.
Ada protokol keamanan ketat yang harus dipatuhi untuk mencegah kerusakan komponen sistem tegangan tinggi yang sangat mahal.
Salah penanganan sedikit saja tidak hanya berisiko merusak unit baterai seharga ratusan juta rupiah, tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya sengatan listrik (electrocution) yang mengancam nyawa.
BACA JUGA:Daihatsu Sigra 2026 Hadir dengan Wajah Segar, MPV LCGC Ini Makin Stylish dan Fungsional
1. Jangan Pernah Mencoba Menyalakan Mesin
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan adalah mencoba menyalakan kendaraan saat masih terendam atau sesaat setelah air surut.
Jika air masuk ke dalam sistem transmisi, motor listrik, atau modul kontrol, menyalakan daya dapat menyebabkan hubungan arus pendek (korsleting) seketika.
Pada mobil listrik, arus yang mengalir sangat besar, sehingga korsleting dapat memicu kebakaran yang sulit dipadamkan.
BACA JUGA:Bocoran Charger Megawatt BYD, Ngecas Mobil Listrik Cuma Hitungan Menit: Siap Masuk Indonesia?
2. Jangan Memutus Kabel Tegangan Tinggi Sendiri
Anda mungkin melihat kabel berwarna oranye di balik kap mesin atau di bawah mobil. Itu adalah kabel tegangan tinggi. Jangan pernah mencoba memotong atau mencabut kabel tersebut dalam kondisi basah tanpa alat pelindung diri (APD) khusus.
Jika Anda ingin memutus daya, lakukan hanya pada baterai 12V (aki biasa) jika posisinya aman dan terjangkau, untuk mematikan sistem elektronik dasar.