Pengepungan Baghdad, Tragedi yang Membakar Peradaban Islam

Sabtu 12 Jul 2025 - 11:32 WIB
Reporter : JOKO
Editor : JOKO

KORANPAGARALAMPOS.COM - Pada tahun 1258 M, dunia Islam mengalami salah satu titik terendah dalam sejarahnya yaitu jatuhnya Baghdad di tangan bangsa Mongol. 

Kota yang pernah menjadi simbol kejayaan kekhalifahan Abbasiyah itu luluh lantak hanya dalam waktu 13 hari. 

Penyerangan tersebut tak hanya menghancurkan bangunan dan membunuh warga, tetapi juga memadamkan api peradaban yang telah lama menyala.

Baghdad bukanlah kota biasa. 

BACA JUGA:Mengapa Timor Leste Memisahkan Diri dari Indonesia? Inilah Sejarah Pahitnya

Didirikan oleh Khalifah Al-Mansur pada tahun 762 M, kota ini dirancang berbentuk melingkar dan dijuluki Madinat al-Salam atau "Kota Perdamaian". 

Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Tigris menjadikannya pusat perdagangan dan komunikasi yang penting, menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa.

Lebih dari itu, Baghdad adalah rumah bagi Bait al-Hikmah (House of Wisdom), pusat pembelajaran terbesar pada masanya. 

Di sinilah karya-karya filsafat, astronomi, kedokteran, matematika, dan sastra dari berbagai peradaban dikumpulkan, diterjemahkan, dan dikembangkan. 

BACA JUGA:Bukan Cuma Pemandangan Indah, Jelajahi Kekayaan Kerajinan Tangan Asli Bromo yang Memukau

Kota ini merupakan mercusuar ilmu pengetahuan di era keemasan Islam.

Namun, semuanya berubah ketika Hulagu Khan, cucu Genghis Khan, memimpin lebih dari 100.000 pasukan Mongol ke Baghdad. 

Ketika Khalifah Al-Musta’sim menolak ultimatum untuk menyerah secara damai, Hulagu melancarkan serangan brutal. 

Pertahanan Baghdad dengan cepat runtuh, dan pada 10 Februari 1258, pasukan Mongol memasuki kota.

Kategori :

Terkait

Kamis 27 Nov 2025 - 16:33 WIB

Peran Pemuda dalam Islam

Kamis 13 Nov 2025 - 17:11 WIB

Mendidik Anak dalam Islam

Kamis 16 Oct 2025 - 16:32 WIB

Adab Terhadap Orang Tua