Baghdad, Kota 1001 Malam yang Pernah Jadi Pusat Dunia

Jumat 04 Jul 2025 - 10:32 WIB
Reporter : JOKO
Editor : JOKO

Perpustakaan besar Bayt Al-Hikmah dibakar, dan ribuan manuskrip ilmu pengetahuan musnah. 

Sejak saat itu, Baghdad mengalami masa suram dan berganti penguasa, mulai dari Timurid, Kesultanan Ottoman, hingga kolonial Inggris pada awal abad ke-20. 

BACA JUGA:5 Fakta Menarik Taman Nasional Ujung Kulon. Habitat Flora dan Fauna Langka

Meski sempat bangkit, konflik dan instabilitas politik terus membayangi kota ini hingga kini.

Setelah Irak merdeka pada 1932, Baghdad kembali menjadi pusat pemerintahan. 

Namun invasi Amerika Serikat pada 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein menyebabkan kekacauan politik yang berkepanjangan. 

Sistem pemerintahan berubah menjadi republik parlementer, namun konflik sektarian antara kelompok Syiah, Sunni, dan Kurdi menimbulkan ketegangan politik dan sosial di kota ini.

Hingga 2023, Baghdad merupakan kota terpadat di Irak, dengan lebih dari 8 juta jiwa penduduk. 

BACA JUGA:Ternyata Ada Lebih dari 2000 Bahasa yang Masih Digunakan di Dunia

Kota ini mencerminkan kompleksitas etnis dan agama di Irak, dengan mayoritas Arab, serta komunitas Kurdi, Turkmen, Asyur, dan Armenia. 

Baghdad juga menjadi pusat budaya Irak modern dengan warisan seni seperti Maqam Irak, sebuah genre musik tradisional yang diakui UNESCO.

Meskipun masa keemasan Baghdad telah lama berlalu, sisa-sisa kejayaannya masih dapat dilihat dalam bentuk arsitektur, musik, dan semangat budaya yang terus dijaga oleh warganya. 

Dari kota bundar dengan cita-cita perdamaian, hingga menjadi medan konflik modern, Baghdad tetaplah simbol perjalanan panjang peradaban manusia di Timur Tengah.

Kategori :