Catat, 6 Manfaat Pasak Bumi yang Perlu Diketahui!

Sabtu 26 Apr 2025 - 10:58 WIB
Reporter : Aris
Editor : Almi

Di beberapa negara, seperti Malaysia dan India, pasak bumi secara tradisional sudah digunakan untuk mengobati diabetes.

Sebuah riset membuktikan bahwa konsumsi pasak bumi mampu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki kinerja hormon insulin, yaitu hormon yang berperan untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Meski demikian, riset tersebut masih berupa penelitian skala kecil sehingga diperlukan riset lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan pasak bumi sebagai pengobatan diabetes.

BACA JUGA:Penderita GERD Wajib Tahu: 5 Jenis Olahraga yang Aman Tanpa Takut Kambuh!

BACA JUGA:Fakta atau Mitos: Air Lemon Setiap Pagi Bikin Kurus dan Sehat?

6. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Eurycomanone merupakan salah satu senyawa yang terkandung dalam pasak bumi Senyawa tersebut diketahui memiliki efek antikanker, sehingga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Selain berbagai manfaat di atas, pasak bumi juga diketahui dapat mengatasi peradangan, menurunkan tekanan darah, membasmi parasit plasmodium penyebab malaria, dan membunuh bakteri.

Pasak bumi memang menyimpan beragam manfaat yang baik untuk tubuh Akan tetapi, efektivitas dan tingkat keamanan pasak bumi sebagai suplemen atau obat hingga saat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

BACA JUGA:Model Rambut Pendek Terbaik untuk Wanita Bertubuh Berisi, Coba Yuk!

BACA JUGA:AI Bisa Diagnosa Lebih Cepat dari Dokter? Ini Fakta yang Harus Anda Tahu!

Sebelum memilih suplemen pasak bumi, pastikan kualitas dan keaslian produk yang akan dikonsumsi Hindari konsumsi suplemen pasak bumi yang tidak terdaftar di BPOM.

Hal ini dikarenakan beredar laporan yang menyebutkan bahwa sebagian produk suplemen pasak bumi mengandung kadar merkuri yang tinggi, sehingga berbahaya untuk kesehatan.

Selain itu, tanaman herbal ini juga belum terbukti aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Pasak bumi juga sebaiknya tidak dikonsumsi bila Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti obat tekanan darah, pengencer darah, penurun gula darah atau insulin, dan obat imunosupresan, karena berisiko menimbulkan efek interaksi obat Agar lebih aman, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan Dokter

Kategori :