Makanan yang dikonsumsi juga berperan dalam kesehatan kulit.
Mengonsumsi makanan tinggi gula, makanan berminyak, dan produk olahan susu dapat meningkatkan produksi minyak berlebih di kulit dan memperparah jerawat.
Jika Anda sering mengalami jerawat di pipi, cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut dan perbanyak asupan sayuran, buah, serta air putih untuk membantu detoksifikasi tubuh.
BACA JUGA:Mitos atau Fakta?, Teh Pahit untuk Mengatasi Diare
6. Hormon yang Tidak Seimbang
Perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab jerawat di pipi, terutama pada remaja dan wanita yang mengalami menstruasi, kehamilan, atau menopause.
Ketidakseimbangan hormon dapat meningkatkan produksi sebum (minyak alami kulit), yang kemudian menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Jika jerawat di pipi sering muncul akibat hormon, berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
7. Stres dan Kurang Tidur
Stres yang berlebihan dan kurang tidur dapat memicu produksi hormon kortisol, yang dapat meningkatkan produksi minyak di kulit dan memperparah jerawat.
BACA JUGA:Ini 5 Minuman yang Bisa Mengatasi Nyeri Haid, Jarang Diketahui!
Selain itu, stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap peradangan.
Untuk mengurangi risiko jerawat di pipi, cobalah untuk mengelola stres dengan baik dan pastikan tidur cukup setiap malam.
Jerawat di pipi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan wajah yang kurang terjaga, penggunaan sarung bantal yang kotor, kebiasaan menyentuh wajah, hingga pola makan yang tidak sehat.
Untuk menghindari jerawat, penting untuk menjaga kebersihan kulit, mengganti sarung bantal secara rutin, serta mengadopsi pola hidup sehat.
BACA JUGA:Bisa Atasi Sakit Perut! Inilah 7 Manfaat Daun Salam