Google Advertisement Below

Tokyo, Dari Desa Nelayan Menjadi KotaTerpadat di Dunia

Tokyo, Dari Desa Nelayan Menjadi KotaTerpadat di Dunia-pagaralam pos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Siapa yang tidak kenal Tokyo, Kota ini kini menjadi simbol modernitas, pusat teknologi, budaya pop, dan ekonomi dunia. 

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Tokyo dulunya hanyalah sebuah desa nelayan kecil di tepi Teluk Edo, bernama Edo. 

Perjalanan panjang dari kampung pesisir menjadi salah satu kota paling berpengaruh di dunia adalah bukti kekuatan visi, ketekunan, dan transformasi berkelanjutan.

Sejarah Tokyo dimulai pada abad ke-12, ketika wilayah yang sekarang dikenal sebagai Tokyo masih merupakan permukiman kecil di muara Sungai Sumida. 

BACA JUGA:Jejak Buddha di Jantung Afghanistan

Nama Edo, yang berarti “muara”, mencerminkan fungsi awal wilayah ini sebagai pusat perikanan kecil yang terpencil dari pusat-pusat politik Jepang kala itu seperti Kyoto dan Kamakura.

Keunggulan geografisnya, yakni berada di dataran rendah Kanto dan menghadap langsung ke Teluk Edo, kelak menjadi alasan strategis kenapa kota ini berkembang pesat sebagai jalur perdagangan dan militer.

Transformasi besar dimulai pada 1457 saat samurai Otadōkan membangun Kastil Edo. 

Namun lonjakan pesat terjadi setelah Tokugawa Ieyasu pada 1603 menjadikan Edo sebagai pusat pemerintahan militer Jepang atau Bakufu. 

BACA JUGA:Suku manakah yang paling banyak di Dunia??

Ia menyandang gelar Shogun dan memulai era Tokugawa, periode stabilitas yang berlangsung lebih dari 250 tahun.

Kebijakan Sankin Kotai yang mewajibkan para tuan tanah untuk tinggal bergantian di Edo menjadikan kota ini tumbuh pesat. 

Populasinya melebihi satu juta orang pada abad ke-18, menjadikannya salah satu kota terbesar dunia pada zamannya, bahkan melampaui London dan Paris.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan