Google Advertisement Below

Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Udara

Disdik Sumsel Siapkan Opsi Pengurangan Jam Belajar, Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Udara--ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) meminta sekolah bersiap menyesuaikan proses belajar mengajar demi menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, mengatakan penyesuaian kegiatan sekolah akan melihat kondisi kualitas udara di masing-masing kabupaten dan kota.

Ia menegaskan tidak ada kebijakan yang otomatis diberlakukan serentak untuk seluruh sekolah di Sumsel. Sebab, kondisi kualitas udara setiap daerah berbeda-beda.

“Untuk pembelajaran di luar ruangan seperti olahraga dan upacara agar dilaksanakan di dalam ruangan atau menyesuaikan,” kata Mondyaboni.

BACA JUGA:Bintang Perusuh

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, sekolah juga dapat menyesuaikan durasi kegiatan belajar apabila kondisi udara tidak memungkinkan pembelajaran berlangsung secara normal.

Pengurangan jam belajar, kata dia, dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.

“Penyesuaian jam belajar disesuaikan dengan keadaan di masing-masing kota, apakah ada pengurangan jam belajar,” ujarnya.

Mondyaboni meminta pihak sekolah terus memperhatikan perkembangan kondisi udara di wilayahnya, khususnya sekolah yang berada di daerah terdampak karhutla.

BACA JUGA:Dorong Kemenkes Bangun Gedung Rawat Inap

“Untuk sekolah kita mengimbau kepada sekolah untuk dilihat keadaan di masing-masing kabupaten kota,” katanya.

Jika kondisi udara semakin memburuk dan berpotensi membahayakan kesehatan, sekolah juga dapat mengambil langkah lebih jauh dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.

“Kalau memang diperlukan bisa diliburkan, tetapi dilihat situasi di setiap daerah. Situasi dan kondisi di satuan pendidikan,” pungkasnya. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google