Bahaya Kufur Nikmat
Bahaya Kufur Nikmat--net
Bahaya Kufur Nikmat
Oleh : Ust. Muliadi Mangku Anom
KORANPAGARALAMPOS.COM - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kehidupan ini, Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita, baik yang kita sadari maupun yang tidak.
Nikmat sehat, nikmat iman, nikmat keluarga, rezeki, dan masih banyak lagi. Namun, seringkali kita lupa untuk bersyukur atas semua itu. Padahal, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat dan keberkahan dalam hidup kita.
BACA JUGA:Niagara SW60+
Bersyukur harus diwujudkan dengan hati yang tulus, lisan yang senantiasa memuji Allah, dan perbuatan yang mencerminkan rasa terima kasih kita kepada-Nya. Dengan bersyukur, kita akan merasa lebih tenang, bahagia, dan tidak mudah mengeluh dengan keadaan.
Sebaliknya, kufur nikmat atau mengingkari nikmat Allah merupakan perbuatan yang sangat berbahaya. Orang yang kufur nikmat cenderung tidak pernah merasa cukup, selalu mengeluh, dan sulit untuk merasakan kebahagiaan.
Allah telah mengingatkan bahwa kufur nikmat akan membawa seseorang pada azab yang pedih. Salah satu contoh kufur nikmat adalah ketika seseorang diberi rezeki yang cukup, tapi masih merasa kurang dan membandingkan dirinya dengan orang lain.
Ketika kita memiliki motor yang bagus untuk berangkat bekerja, kita justru mengeluh dan iri pada mereka yang bisa naik mobil. Yang lebih celaka lagi adalah ketika kita marah pada Allah karena tidak memberi nikmat berupa mobil. Hati-hati, sikap ini berbahaya dan dibenci oleh Allah.
BACA JUGA:Dukung Kemajuan Pendidikan
Ingatlah bahwa Allah selalu memberikan rezeki sesuai dengan kebutuhan masing-masing hamba-Nya. Yakinlah bahwa Allah selalu menyayangi kita dan semua yang terjadi adalah ketetapan terbaik dari Allah.
Jika kita diberi nikmat motor, bukan mobil, berarti Allah tahu bahwa kita memang lebih baik memakai motor. Bisa jadi ketika kita diberi mobil, kita malah tidak amanah dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya. Maka kita harus yakin bahwa inilah kasih sayang Allah pada kita.
Cara terbaik untuk menghindari kufur nikmat adalah dengan membiasakan diri untuk bersyukur dalam segala kondisi. Rasulullah SAW mengajarkan agar kita melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan duniawi agar kita lebih bersyukur. Jangan malah melihat ke atas yang bisa membuat kita selalu merasa kurang.