Pemda Harus Tangguh Hadapi Era Keterbukaan Informasi
ARAHAN: Gubernur Sumsel H Herman Deru berikan arahan kepada segenap udangan di Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pagar Alam, pada peringatan HUT Kota Pagar Alam ke-25 tahun.--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menitipkan pesan penting kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam agar terus memperkuat ketangguhan dan kesiapan menghadapi berbagai perubahan di era keterbukaan informasi saat ini.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagar Alam ke-25 tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menekankan bahwa perubahan sistem, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah, menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
BACA JUGA:Manajemen Kancilen
Jika sebelumnya aspirasi masyarakat banyak diserap melalui kegiatan reses anggota DPRD, kini informasi dapat diterima secara cepat melalui berbagai platform digital.
“Tantangan kita saat ini, keterbukaan informasi ini tidak bisa kita halang-halangi lagi. Dulu kepala daerah mendapatkan informasi keinginan masyarakat melalui reses, sekarang media sosial begitu cepat menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah maupun DPRD untuk bergerak lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, pemerintah daerah saat ini harus mampu bekerja maksimal meski dengan kondisi keterbatasan anggaran.
“Situasi ini menjadi tantangan khusus bagi DPRD dan pemerintah daerah, harus bekerja lebih keras lagi bagaimana pelayanan tetap terbaik, walaupun kita sedang tidak dalam kondisi mewah dalam keuangan,” katanya.
BACA JUGA:Toko PKK Pagar Alam Resmi Dibuka, Dorong UMKM Naik Kelas
Herman Deru juga mengingatkan para kepala daerah agar mampu membedakan antara informasi di dunia maya dan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, kritik maupun masukan yang muncul di media sosial harus disikapi dengan bijak dan tidak menjadi beban dalam menjalankan pemerintahan.
“Tidak boleh baper. Kalau melihat dan mendengar di media sosial, pisahkan antara dunia maya dan dunia nyata. Tetap tegar menghadapi situasi ini,” pesannya.
Selain itu, Herman Deru mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjaga kekompakan dan tidak saling menjatuhkan. Soliditas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Jangan saling menjatuhkan. Ini kesempatan kita untuk memperkuat soliditas.