Bongkar Dugaan Cetak Biru Elektoral 2029
Bongkar Dugaan Cetak Biru Elektoral 2029--net
KORANPAGARALAMPOS.COM - Peneliti kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan Gian Kasogi menilai sedang terjadi perluasan kekuasaan sektor pertahanan dan militer secara sistematis melalui rangkaian regulasi negara yang saling terhubung sepanjang 2024–2026.
Menurut Gian, pola tersebut bukan lagi sekadar kebijakan administratif biasa, melainkan membentuk sebuah “cetak biru kekuasaan” yang berpotensi menjadi modal politik besar menuju kontestasi Pemilihan Presiden 2029.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik bertajuk “Remiliterisme dan Masa Depan Demokrasi Indonesia: Mendedah Reformasi Sektor Pertahanan, Supremasi Sipil, dan Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia” yang digelar di Jakarta, Jumat (29/5).
Dalam paparannya, Gian mengatakan demokrasi modern saat ini tidak lagi runtuh melalui kudeta berdarah atau tank di jalanan.
BACA JUGA:Pet Byar
Kemunduran demokrasi, kata dia, justru berlangsung perlahan melalui regulasi-regulasi yang tampak legal, normatif, dan teknokratis.
“Demokrasi hari ini runtuh secara sunyi. Ia merayap lewat pasal-pasal, struktur birokrasi baru, dan perluasan kewenangan yang tampak administratif,” ujar Gian.
Dia menilai publik selama ini luput membaca satu fenomena besar, yakni lahirnya “anyaman regulasi saling mengunci” yang memperluas fungsi dan ruang gerak militer serta Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Di permukaan, menurut dia, seluruh kebijakan tersebut selalu dibingkai dengan narasi efisiensi, modernisasi, ancaman siber, hingga stabilitas nasional.