Kesucian Hati
Kesucian Hati--ilustrasi_net
Kesucian Hati
Oleh : Ust. Muliadi Mangku Anom
KORANPAGARALAMPOS.COM - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan.
Bulan yang penuh berkah, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
BACA JUGA:Impor BBM
Bulan ini bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pembersihan hati dan jiwa.
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk merenungi diri, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Saudara-saudaraku sekalian, sering kali kita hanya fokus pada aspek fisik dari puasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum. Namun, esensi sejati dari puasa adalah menjaga hati dan jiwa dari segala keburukan.
Apa gunanya menahan lapar dan haus jika hati kita masih penuh dengan iri, dengki, kebencian, dan dendam?
BACA JUGA: PPPK Merasa Mirip Honorer
Puasa yang sejati adalah puasa yang menyucikan hati dan menjernihkan pikiran.
Rasulullah bersabda:
“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan buruk.” (HR. Ibnu Majah)