Khawatir Picu Terjadinya Tanah Bergerak
TINJAU LOKASI: Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah meninjau langsung lokasi adanya aksi penebangan pohon berada di kawasan kebun teh.--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Sejumlah pohon besar yang berada di area kawasan perkebunan teh, yang biasanya berdiri tegak dan kokoh, sebagai penyangga alam dan penyerapan air hujan, kini sudah ada yang ditebang oleh orang yang tidak bertanggungjawab itu, dinilai berpotensi memicu bencana tanah bergerak dan longsor.
Tak ayal dengan kondisi yang ironis ini, dengan berdasarkan laporan dari masyarakat, membuat Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah ST pun geram.
Bahkan, belum lama ini Kak Ludi meninjau dan terjun langsung ke lokasi.
“Kalau batang pohon ini sudah uzur, tidak mungkin serat kayunya masih bagus sekali.
BACA JUGA:Pertunjukan Darurat
Kita tentu merasa geram dengan aksi penebangan pohon ini, karena keberadaan pohon yang berfungsi sebagai penghijauan dan perlindungan penyerapan air, justru ditebang,” tegas Kak Ludi.
Menurutnya, kawasan Gunung Dempo merupakan daerah rawan yang harus dijaga kelestarian lingkungannya. Pohon-pohon besar memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tanah, menyerap air hujan, serta mencegah erosi.
Jika keberadaan pohon terus berkurang, risiko bencana alam akan semakin besar.
“Kita khawatir jika tidak ada lagi batang pohon besar yang tumbuh, maka ini dapat memicu terjadinya tanah bergerak atau longsor.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Pelanggaran Etik
Hal ini tentu sangat tidak kita inginkan, apalagi kawasan ini merupakan jalur wisata dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Kak Ludi juga menegaskan bahwa sudah seharusnya upaya penghijauan diperbanyak, khususnya di sepanjang jalan kawasan objek wisata Gunung Dempo.
Selain berfungsi sebagai pelindung dan penyejuk, pepohonan menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keselamatan lingkungan.