Google Advertisement Below

Banjir Datang! Mobil Hybrid Lebih Berisiko Dibanding Konvensional?

Mobil hybrid vs konvensional-pagaralampos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Musim hujan yang kerap memicu banjir di berbagai wilayah Indonesia membuat banyak pemilik kendaraan bertanya-tanya, mobil mana yang lebih berisiko saat menerjang genangan air, hybrid atau konvensional? Pertanyaan ini wajar.

Mengingat mobil hybrid dibekali teknologi listrik dan baterai, sementara mobil konvensional sepenuhnya mengandalkan mesin pembakaran internal.

Pada mobil konvensional, risiko utama saat banjir berasal dari air yang masuk ke mesin melalui saluran udara. Jika air terhisap ke ruang bakar, mesin bisa mengalami water hammer yang berujung kerusakan fatal.

Selain itu, sistem kelistrikan seperti ECU, sensor, dan alternator juga rentan jika terendam air dalam waktu lama.

BACA JUGA:Daftar Mobil Listrik Murah di Bawah Rp 200 Juta Setelah Insentif 2026, Pilihan Makin Terjangkau

Sementara itu, mobil hybrid memiliki tantangan yang berbeda. Selain mesin bensin, mobil hybrid dilengkapi motor listrik, inverter, dan baterai bertegangan tinggi. Meski terdengar lebih berisiko, pabrikan mobil hybrid sebenarnya sudah merancang sistem kelistrikan ini dengan standar keamanan tinggi.

Komponen penting umumnya dilindungi lapisan kedap air dan memiliki sistem pemutus arus otomatis jika terdeteksi kondisi tidak aman.

Namun demikian, mobil hybrid tetap memiliki batas aman. Jika banjir terlalu tinggi hingga merendam baterai atau inverter, risiko kerusakan tetap ada, terutama jika mobil dipaksa berjalan atau dibiarkan terendam lama.

Biaya perbaikan komponen hybrid juga cenderung lebih mahal dibandingkan mobil konvensional, sehingga risiko finansialnya lebih besar.

BACA JUGA:Toyota Indonesia 2026 Fokus Hybrid, Ini Dia Daftar Mobil Terbaru, Penyegaran Model dan Estimasi Harganya!

Dari sisi pengoperasian, mobil hybrid justru memiliki keunggulan saat menghadapi genangan ringan. Mode listrik yang bekerja pada kecepatan rendah membuat mesin bensin tidak langsung menyala, sehingga risiko air masuk ke mesin bisa lebih kecil.

Namun, hal ini hanya berlaku pada genangan dangkal dan bukan banjir tinggi.

Secara umum, baik mobil hybrid maupun konvensional tidak dirancang untuk menerjang banjir.

Risiko terbesar justru muncul dari keputusan pengemudi yang memaksakan kendaraan melintas di genangan tinggi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan