Google Advertisement Below

Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan

Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan--ilustrasi_net

BACA JUGA:Jangan Korupsi, Pecat yang Tidak Bagus!

Puncak penularan terjadi pada Januari 2025, dengan temuan mencapai 640 kasus seiring meningkatnya curah hujan dan genangan air.

Jumlah kasus sempat menurun di pertengahan tahun, namun kembali mengalami peningkatan pada November 2025 dengan total 413 kasus. Menurutnya, tren ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak terjadi lonjakan yang lebih besar.

“Kami terus mengingatkan bahwa saat musim hujan, risiko penularan meningkat, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi,” katanya.

Di sisi lain, beberapa daerah berhasil mencatatkan nol kematian akibat DBD, di antaranya Kabupaten OKU, OKI, dan Musi Banyuasin. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil dari deteksi dini dan penanganan cepat di fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:Perkuat Disiplin dan Silaturahmi Pelajar

Dinkes Sumsel menegaskan bahwa pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging, melainkan harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Target kami adalah menekan angka kematian hingga nol persen. Kuncinya ada pada konsistensi pencegahan di tingkat rumah tangga dan lingkungan,” pungkas Ira.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google