Parade Kalkun

Parade Kalkun--

Saya sudah lupa rasa kalkun di perayaan Thanksgiving. Baru sekali saya ikut perayaan Thanksgiving di Amerika. Sudah lama nan lalu.

BACA JUGA:Rapat Paripurna XVIII Kota Pagar Alam Resmi Dibuka, Agenda Pembahasan RAPBD 2026

Pada hari Thanksgiving, tahun ini jatuh pada 27 November lalu, keluarga kumpul. Yang laki-laki nonton siaran langsung sepak bola Amerika. Para wanitanya ngobrol bergosip di ruangan keluarga.

Saya juga baru sekali nonton parade New York. Memang sangat mengesankan. Begitulah negara kaya melakukan parade. Serba besar dan berkualitas.

Presiden Donald Trump sendiri memanfaatkan Thanksgiving untuk posting misinya di medsos.

Bukan untuk mengucapkan selamat hari raya, tapi untuk yang satu ini: pernyataan sikapnya yang anti imigrasi. Imigran, katanya, telah memakan jatah makannya orang Amerika.

Trump memanfaatkan acara makan-makan itu untuk menyadarkan orang Amerika bahwa sebagian makannya telah direbut oleh imigran.

BACA JUGA:Wali Kota Pagar Alam Hadiri Rapat Muskomwil II Apeksi 2025 di Jambi, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Apalagi dua hari sebelum Thanksgiving tahun ini terjadi tragedi: seorang imigran asal Afghanistan menembak dua tentara Amerika: Sarah Beckstrom (gadis 20 tahun) dan Andrew Wolfe (24 tahun).

Sarah meninggal di rumah sakit. Andrew dalam keadaan kritis. Dua orang tentara itu sedang bertugas di ibu kota.

Keduanya bagian dari tentara federal yang ditugaskan Trump ikut memberantas kriminalitas di Washington DC.

Trump memang punya program khusus bidang imigrasi. Yang sudah telanjur mendapat kewarganegaraan akan ditinjau ulang.

Yang sedang mengajukan diperketat. Yang belum masuk Amerika dicegah. Penembak dua tentara itu bernama Rahmanullah Lakanwal. Umurnya 29 tahun. Anaknya lima.

Rahmanullah adalah bagian dari 60.000 orang Afghanistan yang masuk Amerika di zaman Presiden Joe Biden.

Yakni setelah Amerika menarik diri dari perang Afghanistan yang sudah berlangsung 12 tahun.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan