Google Advertisement Below

Kue Cucur, Manisnya Sederhana Tapi Filosofinya Dalam Banget

Kue Cucur, Manisnya Sederhana Tapi Filosofinya Dalam Banget--

KORANPAGARALAMPOS.COM- Sekilas kue cucur tampak biasa bulat dengan pinggiran renyah dan tengah yang empuk.

Namun di balik bentuk sederhananya kue ini menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan dan kebersamaan.

Dulu kue cucur sering hadir di acara adat dan syukuran sebagai simbol rezeki yang mengalir deras.

Kini meski zaman berubah aromanya yang manis masih mengingatkan pada masa kecil dan suasana kampung halaman.

BACA JUGA:Mengenal Cita Rasa Autentik Kuliner Khas Prabumulih Yang Bikin Ketagihan!

Adonan kue cucur dibuat dari campuran tepung beras dan gula merah yang dimasak perlahan di minyak panas.

Bunyi mendesis dari wajan jadi musik khas dapur yang membuat suasana terasa hangat.

Bagian tengah kue mengembang lembut sementara tepinya renyah dan manisnya pas tidak berlebihan.

Makanan ini sederhana tapi selalu sukses membuat siapa pun tersenyum sejak gigitan pertama.

BACA JUGA:Lezatnya Warisan Kuliner Sunda: Resep Bakwan Oncom Renyah dan Gurih

Kue cucur mengajarkan filosofi bahwa hidup butuh keseimbangan antara keras dan lembut antara manis dan getir.

Pinggiran yang renyah seolah menggambarkan perjuangan sementara bagian tengah yang lembut melambangkan hati yang tulus.

Tak heran jika kue ini sering dijadikan simbol harapan agar kehidupan manusia tetap seimbang.

Meski bentuknya tidak selalu sempurna kue ini justru cantik karena keasliannya yang apa adanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google