Pusat Logistik Baru Gantikan Boom Baru
Pusat Logistik Baru Gantikan Boom Baru--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk mentransformasi sistem logistik daerah.
Pelabuhan yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru Palembang yang selama ini menjadi pusat kegiatan bongkar muat barang di Sumsel.
Gubernur Sumsel, Herman Deru menyebutkan, pemindahan fungsi pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan tata ruang kota yang lebih baik serta meningkatkan efisiensi arus distribusi barang dari dan menuju wilayah Sumsel.
BACA JUGA:Handphone Ramah Alam yang Bikin Kita Nggak Takut Lagi Sama Jejak Karbon
“Pelabuhan Boom Baru sudah tidak lagi ideal untuk kegiatan logistik berskala besar karena lokasinya berada di tengah kota.
Dengan hadirnya Tanjung Carat, aktivitas pelabuhan akan lebih efisien dan masyarakat juga mendapatkan kenyamanan,” ujar Deru, Selasa (11/11).
Menurut Deru, semua tahapan administratif dan teknis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat telah diselesaikan.
BACA JUGA:Momentum Tingkatkan Promosi Wisata Pagar Alam
Mulai dari penetapan lokasi, penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga nota kesepahaman antara pihak-pihak terkait.
Proyek ini dijadwalkan memulai tahap pembangunan atau groundbreaking pada awal 2026.
Pembangunan pelabuhan tersebut akan dilakukan oleh PT Sumsel Energi Gemilang (SEG), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumsel, bekerja sama dengan PT Pelindo, PT Samudra Pasai, dan PT Sumsel Konstruksi Utama (SKU).
BACA JUGA:Wapres Gibran Bakal Kunjungi Pagar Alam
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan standar pelabuhan internasional dapat terpenuhi.
“Prosesnya memang panjang karena tidak hanya membangun pelabuhan, tapi juga menciptakan ekosistem bisnis baru.