Siapa Mikir

Disway--Pagaralam Pos

Yang disampaikan Purbaya, saya nilai, masih sebatas pada prinsip "Danantara dong yang mikir. Masak saya". Artinya, Danantara tidak boleh cepat-cepat lempar handuk-busuk ke "atas".

Danantara harus cari cara sekuat otaknya untuk menyelesaikan bunga pinjaman itu. Sudah mau menerima jabatannya harus mau pula "mikir".

Yang duduk di Danantara adalah para jago utak-atik angka. Kalau Presiden Prabowo berani gebrak podium Sidang Umum PBB, dirut Danantara mestinya berani gebrak meja perundingan. Sampai akhirnya ketemu rumusan penyelesaian tanpa melibatkan APBN.

Apakah Disway bisa menyumbang pemikiran bagaimana menyelesaikannya?

Disway akan meniru Purbaya: "Danantara dong yang mikir. Masak Disway".

Tapi tetap saja harus dipikir: bagaimana caranya.

BACA JUGA:Kontingen Kota Pagar Alam Siap Tampil Gemilang di Porprov Sumsel

Salah satu pilihannya: restrukturisasi utang dan bunga. Tapi itu adalah pekerjaan sekelas manajer keuangan lulusan S-1 akutansi. Bukan usul penyelesaian kasta direksi Danantara.

Yang dimaksud dengan ide restrukturisasi adalah: cicilan utang pokoknya diperpanjang. Dari 15 tahun ke 50 tahun --misalnya. Jumlah tunggakan bunganya dihitung. Lalu ditambahkan menjadi utang pokok yang sudah diperpanjang itu. Suku bunganya diturunkan. Yang terpenting: minta agar selama lima tahun ke depan berhenti dulu membayar cicilan dan bunga.

Cara di atas tidak perlu ilmu tinggi. Itu sudah praktik sehari-hari. Tinggal bicara ke pihak sana: mau seperti itu atau bubar! Brak! Gebrak meja. Lalu pura-pura berdiri untuk pergi.

Grup Sinar Mas pernah punya utang sebesar Rp 120 triliun --di saat perusahaannya belum sebesar sekarang. Utangnya dalam dolar pula. Krisis moneter lagi melanda Asia Tenggara. Sinar Mas tidak mungkin mampu membayar utang itu --bahkan pun hanya membayar bunganya.

Seluruh kekayaan perusahaan diserahkan pun tidak akan cukup untuk membayarnya --kala itu.

Pinternya Sinar Mas, utangnya ke sekitar 70 lembaga keuangan. Dalam dan luar negeri. Bukan hanya ke satu atau dua bank.

BACA JUGA:Kanza Sumbang Perunggu di PORPROV Sumsel ke-XV

Maka Sinar Mas tidak khawatir salah satu bank akan menyita asetnya. Begitu ada bank yang akan menyita, bank lain akan marah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan