Mendadak Menteri

Disway--Pagaralam Pos

BACA JUGA:Yuk Kenalan dengan Charger Super Magnetik yang Praktis Lengket ke HP

Saya sendiri tidak menyangka bisa menghadap menteri penting begitu mendadak. Tidak mungkin seorang duta besar bisa mendadak membuat janji seperti itu –tanpa hubungan yang sangat baik.

Padahal saya telanjur tidak membawa baju berkerah. Pakaian yang saya bawa hanya kaus panjang, kaus pendek, dan kaus dalam.

"Pak dubes, bolehkah saya pinjam baju batik bapak?" pinta saya sebelum berangkat ke Kementerian Energi.

"Tentu dengan senang hati," katanya. "Kami siapkan tiga pilihan. Kebetulan ukuran kita kelihatannya sama," tambah Dubes Wajid.

Pulang dari kementerian, saya berniat mengembalikan baju itu. Begitu melihat mimik saya Pak dubes sudah bicara duluan. "Nggak usah dikembalikan. Cocok sekali kok," katanya.

BACA JUGA:Yuk Rasakan Sensasi Main Game Lebih Hidup dengan Smart Glass Augmented Reality

Saya tersipu. Dalam hati senang juga dapat baju gratisan. Tapi ada pesan sponsor: saya harus memakainya sekali lagi keesokan harinya. Yakni saat diajak pertemuan dengan pengurus Kadin Syria –di sana hanya disebut Kamar Industri, tanpa dagang. Itu menandakan betapa pentingnya industrialisasi.

Tidak hanya sekali lagi. Hari ketiga batik itu saya pakai lagi ke Lebanon: saya harus mendadak tampil di satu forum ekonomi yang diadakan Duta Besar Lebanon yang baru: Dicky Komar.

Maka dua hari itu saya tidak perlu cuci kaus. Baru kali ini saya merasakan betapa saktinya batik –tipis tapi sudah dianggap resmi.

Rasanya akan ada perusuh Disway yang menilai saya lebih ganteng pakai batik pinjaman daripada batik milik saya sendiri. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan